Sekolah Harus jadi Agen Multikultural
  • 7 Mei 2015
  • 201x Dilihat
  • berita

Sekolah Harus jadi Agen Multikultural

SEMARANG– Perbedaan agama, Budaya, dan etnik pada anak didik, harus disikapi bijaksana oleh guru. “Oleh karena itu guru dan sekolah harus bisa menjadi agen multikultural,” jelas Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI, Prof .H. Abdurrahman  Mas’ud  PhD, di Semarang, Kamis (7/5). Dia mengatakan hal itu dalam seminar basil penelitian bertajuk Implementasi pendidikan agama berbasis multikukural yang diselenggarakan Balai Penelitian dan Pengernbangan Agama Semarang, di Balai  Diklat Keagamaan  Semarang, Banyurnanik, Semarang.

Lebih lanjut  rnenurut Mas’ud,  inti dari perspektif  wawasan  multikultural itu adalah Bhineka Tunggal Ika, hal ini mengingat perbedaan agarna, budaya, etnik, atau jenis kelamin dan lainnya, yang dibawa siswa, jangan menjadi halangan dalam  proses belajar mengajar, namun harus difasilitasi.