Memberikan Pembinaan Secara Intens pada Satker yang Gagal Memperoleh WBK dan WBBM
  • BLA Semarang
  • 14 Juli 2023
  • 64x Dilihat
  • berita

Memberikan Pembinaan Secara Intens pada Satker yang Gagal Memperoleh WBK dan WBBM

Kegagalan instansi memperoleh predikat Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM), disebabkan program dikerjakan satu atau segelintir orang, pimpinan kurang menguasai, website satker terlalu rumit, tidak ada fasilitas difable dan sebagainya.


Hal ini disampaikan Renny Savitri Peneliti Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN, dalam Kegiatan Finalisasi Evaluasi Permenpan RB No. 09 Tahun 2021 dan Implementasi Penilaian Kelayakan Satuan Kerja berpredikat WBK dan WBBM di Lingkungan Kementerian Agama, tanggal 13 s.d. 14 Juli 2023, di Hotel MG Setos Semarang. Kegiatan ini, kerjasama antara Balai Litbang Agama Semarang dengan Pusat Riset Kebijakan Publik BRIN.

“Memberikan pembinaan lebih pada satker yang gagal, daripada membina satker yang belum memiliki pengalaman mengajukan WBK dan WBBM sama sekali,” tutur Savitri.

Perlu mengembangkan metode penilaian yang benar-benar efektif untuk menilai unit kerja atau satker. Bukan hanya sekadar permintaan bukti-bukti dukung yang mungkin bisa dibuat-buat sehingga tidak mencerminkan kondisi nyata yang ada di satker.

Lebih lanjut, Savitri mengatakan berkaitan dengan reward bagi instansi yang memperoleh WBK dan WBBM, ternyata ada instansi yang belum menerima, bahkan belum semua orang mengetahui tentang reward, sehingga ketika pengajuan penambahan anggaran sebagai reward di pertanyakan.

“Perlu memperkuat sistem pemberian reward bagi satker, perlu ditinjau lagi misalnya terkait jenis rewardnya, mekanisme pemberian rewardnya,” ungkap tutur Savitri.