Rekayasa Multikulturalisme Melalui Pendidikan Sekolah
  • 8 Desember 2014
  • 226x Dilihat
  • berita

Rekayasa Multikulturalisme Melalui Pendidikan Sekolah

Bangsa Indonesia memiliki satu nilai dasar multikulturalisme, yaitu Pancasila. Namun ideologi Pancasila belum meresap sepenuhnya ke dalam sanubari masyarakat Indonesia. Padahal ia mampu memberikan karakter khas bangsa Indonesia yang majemuk.Pentingnya memiliki karakter sekaligus kesadaran multikultural bisa direkayasa melalui pendidikan di sekolah. Hal tersebut disampaikan Dra. Endah Setyowati, M.Si., MA. dalam kegiatan “Dialog Guru Pendidikan Agama di Jawa Tengah” yang diselenggarakan Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang pada tanggal 6 s.d 8 Desember 2014 di kampus Balai Diklat Keagamaan Semarang.

“Strategi penanaman nilai-nilai multikultural dalam pendidikan sekolah merupakan isu yang senantiasa dibicarakan dalam satu dekade terakhir. Dalam konteks pendidikan, tenaga pendidik dan sekolah kerap kali dianggap sebagai pihak yang mampu menjamin tertanamnya nilai-nilai multikultural bagi peserta didik,” kata Endah.

Lebih lanjut Endah mengantakan, para tenaga pendidik di negeri ini memiliki kegalauan yang hampir seragam dalam upaya menanamkan nilai-nilai multikultural. Banyaknya upaya yang dilakukan seolah dimentahkan oleh pengaruh dari luar rumah dan sekolah. Dalam membentuk membentuk karakter generasi muda, media massa dan media sosial ternyata punya pengaruh yang lebih kuat daripada keluarga maupun sekolah.