Perdebatan Relasi Negara dan Agama
  • 14 Januari 2015
  • 285x Dilihat
  • berita

Perdebatan Relasi Negara dan Agama

Agama harus ditempatkan sebagai urusan individu, namun di Indonesia penempatan posisi agama ini masih menjadi perdebatan. Persoalanya terletak pada tidak tuntasnya perdebatan relasi negara dan agama. Pada satu sisi, Indonesia menegaskkan diri bukan negara sekuler, namun di sisi lain juga bukanlah negara agama.

Hal tersebut dikatakan Zakiyah, peneliti kehidupan keagamaan Balai Litbang Agama Semarang (Blas) dalam diskusi “Pengayaan Teori Resolusi Konflik” di halaman parkir BLAS, Rabu (14/01/2015). Ia menambahkan ketidakjelasan jenis kelamin negara agama atau sekuler, akibatnya batas antara wilayah negara dan agama menjadi kabur. Sehingga dalam banyak kasus negara terkadang turut campur dalam urusan keyakinan.

“Ketidakjelasan pola relasi negara dan agama ini juga mendorong kelompok mayoritas terus berupaya mempengaruhi dan menguasai negara agar selaras dengan sistem nilai mereka,” ungkap Zaki.