Peneliti Tidak Boleh Minder
  • 26 November 2014
  • 191x Dilihat
  • berita

Peneliti Tidak Boleh Minder

YOGYA (KR) – Sebuah penelitian tak bisa jalan sendiri, melainkan harus menyatu dengan lembaga-lembaga lain. Bahkan, kalau perlu lembaga penelitian dan pengembangan (Litbang) menjadi semacam think thank bagi instansi lain. 

”Para peneliti yang sedang melaksanakan tugas di lapangan bisa mendorong atau memotivasi masyarakat agar aktif, tidak nrima maupun pasrah,” ujar Kepala Badan Litbang danDiklat (Kabalitbangdiklat) Kementerian Agama, Prof H Abd Rahman Mas’ud PhD saat membuka seminar hasil penelitian Balai Litbang Agama Semarang, Selasa (25/11) di Hotel Grand Zuri Yogyakarta.

Balai Litbang Agama Semarang membawahi sejumlah daerah, termasuk wilayah Jateng dan DIY. Oleh karena itu, ujar Abd Rahman Masíud, seorang peneliti tidak boleh minder. Sebab, hasil-hasil penelitian yang dirumuskan dan kemudian direkomendasikan menjadi rujukan atau bahan kajian yang sangat berguna bagi para user. 

Secara khusus, ia meminta Balai Litbang AgamaKemenag untuk membuat list penelitian yang sudah dihasilkan selama sepuluh tahun terakhir. Dengan demikian, bisa diketahui mana saja hasil penelitian yang sudah terlaksana dan memberi manfaat bagi masyarakat dan mana yang belum. Secara garis besar, menurut Masíud, hasil-hasil penelitian yang dilakukan Litbang Kemenag meliputi bidang kehidupan keagamaan, pendidikan keagamaan serta bidang lektur dankhasanah keagamaan. 

Sementara itu, Kepala Balai Litbang Agama Semarang, Prof Dr H Koeswinarno M Hum selaku pemrakarsa menyatakan, pada seminar yang berlangsung hingga Jumat (28/11) ini mempresentasikanempat hasil penelitian, yakni kajian bukubuku keagamaan di SMA, peran kerohanian Islam (Rohis) dalampembentukan perilaku keagamaan di SMA, kesiapan madrasah melaksanakan Kurikulum 2013 serta penelitiansoal rumah ibadah antara regulasi dan praktik.