Buku Panduan Manasik Haji Kurang Bisa Dipahami
  • 15 Januari 2015
  • 270x Dilihat
  • berita

Buku Panduan Manasik Haji Kurang Bisa Dipahami

Kelihatannya pemerintah hanya memperhatikan persoalan yang mengenai pelayanan yang bersifat fisik, seperti pemondokan, konsumsi. Namun kurang memperhatikan hal-hal yang berkaitan ibadah.

Hal ini dikatakan Roch Aris Hidayat peneliti lektur khazanah keagamaan Balai Litbang Agama Semarang (Blas) dalam “Rapat Pengayaan Teori Penelitian Evaluasi Buku Panduan Manasik Haji di Jawa Tengah, di aula lantai 3 Blas, Kamis (15/01/2015). Ia menambahkan penelitian ini akan dilakukan di 10 kota/kabupaten yakni, Jepara, Surakarta, Magelang, Demak, Banyumas, Wonosobo, Kudus, Cilacap, Pekalongan, dan Tegal.

Lebih lanjut Aris menuturkan buku panduan manasik haji yang diterbitkan pemerintah masih kurang bisa dipahami calon haji (calhaj) karena bukunya terlalu tebal. ”Calhaj lebih paham membaca buku terbitan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH),” tandasnya.