NILAI KERUKUNAN PADA CERITA RAKYAT DAYUHAN-INTINGAN DI KABUPATEN TAPIN KALIMANTAN SELATAN

Joko Tri Haryanto

Abstract


Communities often have traditions that are the source of values and norms of reference for the lives of their citizens. Among the traditions that hold the values of social life are oral traditions of folklore. This research aims to reveal content content and values of harmony in Dayuhan and Intingan story that developed in Banua Halat Village, Tapin, South Kalimantan. This study uses hermeneutic and ethnographic methods. The findings indicate that Dayuhan and Intingan folklore is the source of norm for the harmony between Banjar Tribe and Meratus Dayak Tribe. Dayuhan and Intingan are two brothers, siblings who, despite their different beliefs, keep the brotherhood among them. The values of harmony in the Dayuhan and Intingan story are among others: unity of humanity, mutual trust, fulfillment, tolerance, cooperation, mutual respect, and conflict resolution. This story inspires Banjar and Dayak people that they are brothers, therefore must maintain harmony between them. The government, especially the Ministry of Religious Affairs, can use this folklore as a material for fostering religious harmony in the community.

Keywords


Value; Harmony; Folklore; Oral Tradition; Social Interaction

References


Akbar, HM. Rasul. 2014. Profil Kementerian Agama Kabupaten Tapin dalam Angka tahun 2013. Rantau: Kemenag Kabupaten Tapin

Ali, Abdul Mukti. 1970. Kuliah Agama Islam di Sekolah Staf dan Komando Angkatan Udara Lebang.Yogyakarta: Yayasan Nida

Azra, Azyumardi. 1998. Agama dalam Keagaman etnik di Indonesia. Jakarta: Badan Litbang dan Diklat Agama Departemen Agama.

BPS Kabupaten Tapin. 2014. Kabupaten Tapin dalam Angka Tahun 2013. Rantau: BPS Kabupaten Tapin

Danandjaja, James. 1997. Foklor Indonesia. Jakarta: Gramedia

Eller. Jack David. 2007. Introducing Anthropology of Religion: Culture to the Ultimate. New York & London: Routledge Taylor & Francis Group

Geertz, Clifford. 2003. Pengetahuan Lokal (terj.Vivi Mubaikah dan Apri Danarto). Yogyakarta: Rumah Penerbit Merapi

Haryanto, Joko Tri. 2016. “Pesan Kerukunan Cerita Lisan Masyarakat Tengger Desa Ngadas Kabupaten Malang”. Jurnal Smart Volume 2 Nomor 2 Desember 2016. Hlm. 365-392.

Haryanto, Joko Tri. 2014. Kearifan Lokal Pendukung Kerukunan Beragama pada Komunitas Tengger Malang Jatim. Jurnal Analisa Volume 21 nomor 02 Desember 2014. Balai Litbang Agama Semarang. Hlm. 201-213.

Haryanto, Joko Tri. 2015. Pelaksanaan Bimbingan Manasik Haji di Kabupaten Tapin Kalimantan Selatan. Dalam Mawardi, Marmiati. Dkk. 2015. Pengaruh Pelayanan Ibadah Haji oleh Kementerian Agama terhadap Kemandirian Jemaah Haji di Jatim, Kalsel, dan NTB. Laporan Hasil Penelitian Tim Kehidupan Keagamaan Balai Litbang Agama Semarang.

Hasan, Ali B. Purwakania. 2006. Psikologi Perkembangan Islam (Menyingkap Ruang Kehidupan Manusia dari Pra Kelahiran hingga Pasca Kematian). Jakarta: PT Raja Grafindo Persada

Hendropuspito. 1989. Sosiologi Sistematik. Yogyakarta: Kanisius

Jamil, M. Muhsin. 2007. Mengelola Konflik Membangun Damai: Teori, Strategi, dan Implementasi Resolusi Konflik. Semarang: WMC IAIN Walisongo.

Jaya, Yahya. 1994. Spiritualisasi Islam; Dalam Menumbuhkan Kepribadian dan Kesehatan Mental. Jakarta : CV. Ruhana

Jhonson, Doyle Paul. 1998. Teori Sosiologi Klasik dan Modern (Terj. Robert MZ. Lawang). Jakarta : Gramedia

Kartanegara, Mulyadhi. 2005. Islam dan Multikulturalisme: Sebuah Cermin Sejarah. Dalam Baidhawy, Zakiyuddin (ed.). Reinvensi Islam Multikultural. Surakarta : PSB UMS

Koentjaraningrat. 2000. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: PT Gramedia Pustaka Utama

Koleksi Pusat Dokumentasi Elsam. 2014. Deklarasi Prinsip-Prinsip tentang Toleransi Diumumkan dan Ditandatangani oleh Negara-Negara Anggota UNESCO Pada 16 November 1995. Dalam http://referensi.elsam.or.id/wp-content/uploads/2014/10/Deklarasi-Prinsip-Prinsip-Tentang-Toleransi.pdf diunduh tanggal 11 Agustus 2015

PeaceTech Team. 2012. Modul Orientasi PeaceTech. Dalam https://helpmeups.files.wordpress.com/2012/08/modul-dewa89s-modul-orientasi-peactech-indonesia.pdf diunduh tanggal 12 Agustus 2015

Putra, Ahimsa. H.S. 2001. Strukturalisme Levi-Strauss: Mitos dan Karya Sastra. Yogyakarta : Galang Press.

Ridwan, Nurma Ali. 2007. “Landasan Keilmuan Kearifan Lokal”. Jurnal Studi Islam dan Budaya Ibda’ Vol.5/No.1/Januari-Juni 2007. Purwokerto: P3M STAIN Purwokerto, 27-38.

Soehadha, Moh. 2010. Mitos Datu Ayuh dalam Religi Aruh: Ajaran Lisan tentang Persaudaraan Banjar Muslim dengan Dayak Meratus. Prosiding Annual Conference on Islamic Studies (ACIS 10th) di IAIN Antasari Banjarmasin. hlm. 357-374

Soekanto, Suryono. 2003. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT. Raja Grafindo

Sonderson, Stephen K. 1993. Macrosociology, terj. Farid Wajidi dkk., Sosiologi Makro: Sebuah Pendekatan terhadap Realitas Sosial. Jakarta: Rajawali Press.

Sulaiman., dkk. 2013. Panduan Penguatan Kerukunan Beragama Berbasis Kearifan Lokal. Semarang: Balai Litbang Agama.

Suparlan, Parsudi. 2003. Konflik Antar-Sukubangsa Melayu dan Dayak dengan Madura di Kabupaten Sambas, Kaimantan Barat. Dalam Isre, Moh.Soleh. Konflik Etnoreligius Indonesia Kontemporer. Jakarta: puslitbang kehidupan keagamaan.

Tim Puslitbang Kehidupan Beragama. 2009. Kompilasi Kebijakan dan Peraturan Peraturan Perundang-undangan Kerukunan Umat Beragama. Edisi Kesebelas. Puslitbang Kehidupan Keagamaan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama.

Usman, Gazali. 2000. Tradisi Baayun Maulid 12 Rabiul Awal di Masjid Keramat Banua Halat Rantau Kabupaten Tapin. Rantau: Pemerintah Kabupaten Daerah Tingkat II Tapin

Usman, Gazali., Dkk. 2007. Sejarah Berdirinya Masjid Banua Halat. Rantau: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Tapin

Widyatwati, Ken. 2015. Tradisi Lisan. Makalah Diskusi Persiapan Penelitian Tradisi Lisan, Balai Litbang Agama Semarang, tanggal 15 Mei 2015




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v4i1.598

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2018 Joko Tri Haryanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.