PENDIDIKAN DAMAI MELALUI PENDIDIKAN AGAMA PADA SEKOLAH MENENGAH ATAS DI DAERAH PASCA KONFLIK (Studi di SMA St. Fransiskus Asisi Bengkayang dan SMA Shalom Bengkayang)

Nugroho Eko Atmanto

Abstract


The purpose of education is to develop mutual respect, peace, and harmony. Education should be able to rebuild harmony and peace among its community members especially in conflict areas. This study examines the implementation of peace culture education through religious education in post-conflict area of Bengkayang district. It uses qualitative approach through interview, observation and document studies. The results show that the content of peace culture education has been delivered through religious education, namely Catholic and Christian religious education in accordance with its foundation background. The things that support the implementation of peace culture education are the curriculum content, school policy, and teacher competence. While the obstacles are a long history of conflict that is not easy to forget, the awareness of teacher on peace culture education and of people not to retell conflict and ethnic disgraces stories from generation to generation.


Keywords


Peace Education; Conflict; Dayak, Madura

References


Arkanudin. 2005. Menelusuri Akar Konflik Antaretnik di Kalimantan Barat, Jurnal Mediator vol.7 nomor 2: 185-194.

Baedowi, Ahmad, dkk. 2015. Potret Pendidikan Kita, Jakarta: PT Pustaka Alvabet.

BSNP. 2006. Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar SMA/MA, Jakarta: Badan Standar Nasional Pendidikan.

Cahyono et al. 2008. Konflik Kalbar dan Kalteng, Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Haba, John. 2012. Etnisitas, Hubungan Sosial dan Konflik di Kalimantan, dalam Jurnal Masyarakat dan Budaya, Jakarta: LIPI, volume 14 no 1: 31-52.

Handoko. 2012. Cerita Panjang Konflik dan Kekerasan, dari http://nasional.kompas.com, diunduh pada tanggal 5 Mei 2017.

Hidayat, Herman. 2006. Politik Lingkungan: Pengelolaan Hutan Masa Orde Baru dan Reformasi, Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Humaedy, Muhammad Ali. 2007. Analisis Stratifikasi Sosial sebagai Sumber Konflik antar Etnik di Kalimantan Barat, dalam Jurnal Karsa vol XII No. 02, Pamekasan: STAIN Pamekasan: 186-195.

Ishak, Awang Faroek. 2003. Membangun Wilayah Perbatasan Kalimantan dalam rangka Memelihara dan Mempertahankan Integritas Nasional, Jakarta: Indomedia.

Kejaksaan Republik Indonesia. 2014. Aliran Kepercayaan dan Keagamaan, diunduh dari https://www.kejaksaan.go.id pada tanggal 12 April 2017.

Kelompok Kerja PAK-PGI. 2007. Suluh Siswa 1: Berbuah dalam Kristus, Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Kelompok Kerja PAK-PGI. 2007. Suluh Siswa 2: Berbuah dalam Kristus, Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Kelompok Kerja PAK-PGI. 2007. Suluh Siswa 2: Berbuah dalam Kristus, Jakarta: PT BPK Gunung Mulia.

Liliweri. 2005. Prasangka dan Konflik: Komunikasi Lintas Budaya Masyarakat Multikultural, Yogyakarta: LkiS.

Masfiah, Umi. 2015. Falsafah Damai untuk Borneo: Studi terhadap Pesan Damai dalam Karya Tiga Cendekiawan Muslim Kalbar Pasca Reformasi, Semarang: Jurnal Smart Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang volume 1 nomor 1: 55-67.

Ma’arif, Syamsul. 2007. Peace Building Melalui Pendidikan Multikultural, dalam Musahadi dkk, Mediasi dan Resolusi Konflik di Indonesia, Semarang: WMC (WalisongoMediation Centre) IAIN Walisongo.

Moleong, Lexy, J. 2008. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Nurkholis, Ahmad. 2016. Urgensi Pendidikan Perdamaian dalam Konteks Keindonesiaan, dari http://icrp-online.com/2016/01/12/urgensi-pendidikan-perdamaian-dalam-konteks-keindonesiaan/ diunduh pada tanggal 5 Mei 2017.

Pradana, Ridho Panji. 2017. Video Deklarasi Damai Masyarakat Kalimantan Barat, dari http://pontianak.tribunnews.com diunduh pada tanggal 16 Juli 2017.

Retaduari, Elsa Astari. 2017. Sempat Ada Insiden, Gawai Dayak di Pontianak Berlangsung Damai, dari https://news.detik.com diunduh pada tanggal 17 Juli 2017.

Ruslikan. 2011. Konflik Dayak Madura di Kalimantan Tengah: Melacak AkarMasalah dan Tawaran Solusi, dalam Jurnal Masyarakat, Kebudayaan dan Politik, Universitas Airlangga Tahun XIV, Nomor 4: 1-12.

Soekanto, Soerjono. 1982. Sosiologi: Suatu Pengantar, Jakarta, Rajawali.

Soeroso, Santoso. 2005. Pengarusutamaan Pembangunan Berwawasan Kependudukan di Indonesia, Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC.

Sugiyono. 2011. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R & D, Bandung: Alfabeta.

Susan Foundation. 1999. Peace Education in Unicef, New York United Nations: Children's Fund Programme Publications 3 UN Plaza.

Wulandari, Taat. 2010. Menciptakan Perdamaian Melalui Pendidikan Perdamaian di Sekolah, Jurnal Mozaik IAIN Walisongo volume 5: 68-83.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v3i2.513

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2017 Nugroho Eko Atmanto

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.