MEMAHAMI ETNOGRAFI ALA SPRADLEY

Koes Winarno

Abstract


Ilmu pengetahuan berkembang dengan cepat yang menuntut kaum intelektual terus mengikuti perkembangannya agar tidak stagnan dan tidak berpikiran status quo. Paradigma penelitian kualitatif dan kuantitatif juga berkembang dengan keunggulan dan kelemahan masing-masing. Peneliti punya keleluasaan memilih pendekatan yang paling sesuai dengan kebutuhan untuk memecahkan  permasalahan  penelitian. Pada penelitian kualitatif, seorang peneliti juga harus berbekal teori-teori dan metode yang kuat, salah satunya dengan metode etnografi. Etnografi menjadi dasar antropologi kultural. Teknik utama dari metode etnografi adalah observasi partisipatif yang dilakukan dalam waktu yang relatif lama serta wawancara mendalam yang dilakukan secara terbuka. Spradley sebagai tokoh pengembang etnografi yang relatif lebih moderat membedakan observasi partisipatif dalam empat model, yakni complete, active, moderate, passive, dan non- participation.  Teknik  ini berfungsi  agar  peneliti  benar-benar  bisa  memahami  pikiran, perilaku, dan kebudayaan sebuah masyarakat secara baik. Kunci agar peneliti bisa memahami masyarakat yang diteliti adalah dengan memahami bahasa lokalnya, karena bahasa lokalnya merupakan ekspresi kebudayaan mereka. Koleksi datanya yang terbaik adalah dengan membuat rekaman atau catatan etnografi secara rutin dan lengkap.

Kata kunci: penelitian kualitatif, metodologi, etnografi, Spradley


Full Text:

PDF

References


Brannen, Julia. 1992. Combining Qualitative and Quantitative Approaaches: An Overview. Dalam Julia Brannen (eds.). Mixing Methods: Qualitative and Quantitative Research. Aldershot-Brookfield USA- Singapore: Avebury. Hlm. 3 – 38.

Denzin, Norman K dan Yvonna S. Lincoln. 1994.

Handbook of Qualitative Research. London: SAGE Publications.

Geertz, Clifford. 1973. The Interpretation of

Culture. New York: Basic Books.

Hammersley, Martyn. 1992. Deconstructing the Qualitative-Quantitative Divide. Dalam Julia Brannen (eds.), Mixing Methods: Qualitative and Quantitative Research. Aldershot- Brookfield USA-Singapore: Avebury. Hlm.

– 56.

Lewis, Oscar. 1975. The Culture of Poverty. Dalam J. Friedl & N. Chrisman (ed.). City Ways. New Yok: Harper & Row, Publishers. Hlm.

– 401.

Lyotard, Jean-François. 2004. Posmodernisme: Krisis dan Masa Depan Pengetahuan. Jakarta: Teraju.

Moleong, Lexy J. 1989. Metodologi Penelitian

Kualitatif. Bandung : Remadja Karya

Mulder, Niels. 1984. Kebatinan dan Kehidupan Sehari-Hari Orang Jawa. Jakarta: PT Gramedia.

Sarup, Madan. 2004. Pos-strukturalisme dan Posmodernismea: Sebuah Pengantar Kritis. Yogyakarta: Jendela.

Spradley, James P. 1980. Participant Observation, Holt, Rinehart and Winston, Inc., Orlando, Florida.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v1i2.256

DOI (PDF): https://doi.org/10.18784/smart.v1i2.256.g176

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 SMART



Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.