Titik Temu Pancasila dan Etika Politik Gereja dalam Melawan Radikalisme di Indonesia

David Eko Setiawan, Firman Panjaitan

Abstract


The condition of intolerance that grows and develops in society has resulted in Indonesia being prone to disintegration. The most effective action against this radicalism movement is not done physically but ideologically. The most appropriate ideological tools against this movement are Pancasila and political ethics because both teach about divine and human values. However, both of them still receive less attention and are used in counter-radicalism activities. This study aims to explore the intersection of Pancasila and church political ethics as an antidote to radicalism in Indonesia. This research uses a qualitative approach with the library method. This study indicates that the meeting point between Pancasila and church political ethics lies in the divine value that lives human values. Divine values can only be preserved and developed in human values. It affirms that all forms of oppression and violence that interfere with human values must be rejected and eliminated from the life of the nation and state in Indonesia. Thus, Pancasila and church political ethics in Indonesia can be the most appropriate values to fight radicalism. These findings can make a scientific contribution to increasing the role of the church in living the values of Pancasila to counter radicalism in Indonesia.

 


Keywords


Pancasila; Political Ethics; Church; Radicalism

Full Text:

PDF

References


Anggito, A., & Setiawan, J. (2018). Metodologi Penelitian Kualitatif. Sukabumi: CV Jejak.

Bambang S. Sulasmono dkk. (1998). Keadilan dalam Kemajemukan. Jakarta: Pustaka Sinar Harapan.

Darmaputera, E. (2005). Pergulatan Kehadiran Kristen di Indonesia. Jakarta: Gunung Mulia.

Erman S. Saragih. (2018). Analisis dan Makna Teologi Ketuhanan Yang Maha Esa Dalam Konteks Pluralisme Agama di Indonesia. Jurnal Teologi Cultivation, 2(1), 1–13.

Greewalt, K. (1988). Religious Convictions and Political Choice. Oxford University Press.

Hauerwas, S. (1991). A Community of Character: Toward a Constructive Christian Social Ethic. Indiana: University of Notre Dame Press.

Hauerwas, S., & William H. Willimon. (1989). Resident Aliens. Nashville: Abingdon Press.

Hutagalung, S. (2015). Apakah Orang Kaya di Dalam Gereja Membutuhkan Pendampingan Pastoral? Jurnal Koinonia, 9(1), 1–12.

Iqbal, M. M. (2014). Pendidikan Multikultural Interreligius: Upaya Menyemai Perdamaian Dalam Heterogenitas Agama Perspektif Indonesia. SOSIO DIDAKTIKA: Social Science Education Journal, 1(1), 89–98. https://doi.org/10.15408/sd.v1i1.1209

J.Ngelow, Z. (2013). Teologi Politik: Panggilan Gereja di Bidang Politik Pasca Orde Baru. Oase INTIM.

Kamaruddin. (2013). Dimensi Sila Ketuhanan Yang Maha Esa dalam Perspektif HAM Islam. Jurnal Agama Dan Hak Azazi Manusia, 3(1), 163–178.

Kristianto, P. E. (2019). Merumuskan Etika Politik Kristen dalam Era Gangguan Terorisme di Indonesia. DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani, 3(2), 223–240. https://doi.org/10.30648/dun.v3i2.186

Kristiono, N. (2017). Penguatan Ideologi Pancasila di Kalangan Mahasiswa Universitas Negeri Semarang. Harmony, 2(2), 193–204.

Lestari, G. (2015). Bhinnekha Tunggal Ika: Khasanah Multikultural Indonesia di Tengah Kehidupan SARA. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan, 28(1), 31–37. https://doi.org/http://dx.doi.org/10.17977/jppkn.v28i1.5437

Manalu, R. B. (2015). Gereja dalam Masyarakat Majemuk. Kerusso: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen, 1(1), 3–20.

Mukhlis, F. H. (2016). Teologi Pancasila: Teologi Kerukunan Umat Beragama. Fikrah, 4(2), 171–186. https://doi.org/10.21043/fikrah.v4i2.1885

Mulyono, G. P., & Mulyoto, G. P. (2017). Radikalisme Agama di Indonesia (Ditinjau dari Sudut Pandang Sosiologi Kewarganegaraan). Citizenship Jurnal Pancasila Dan Kewarganegaraan, 5(1), 64. https://doi.org/10.25273/citizenship.v5i1.1212

Ngelow, Z. J. (2014). Turut Membina Indonesia Sebagai Rumah Bersama - Peran Gereja Dalam Politik di Indonesia. Jurnal Jaffray, 12(2), 213–234. https://doi.org/10.25278/jj71.v12i2.16

Ngelow, Zakaria J. (2013). Teologi Politik: Panggilan Gereja di Bidang Politik Pasca Orde Baru. Makassar: Oase INTIM.

Octavian, W. A. (2018). Urgensi Memahami dan Mengimplementasikan Nilai-nilai Pancasila dalam Kehidupan Sehari-hari sebagai Sebuah bangsa. Jurnal Bhinneka Tunggal Ika, 5(2), 123–128.

Rianto, H. (2016). Implementasi Nilai Kemanusiaan yang Adil dan Beradab di Lingkungan Sekolah. Sosial Horizon: Jurnal Pendidikan Sosial, 3(1), 80–91.

Ronto. (2012). Pancasila Sebagai Ideologi dan Dasar Negara. PT Balai Pustaka.

Runi, H. (2003). Etika Politik dalam Negara Demokrasi. Jurnal Demokrasi, 1(2), 57–68.

Santosa, H. (2018). Ancaman Terhadap Dasar Negara “Pancasila” Bagi Rakyat Indonesia Dalam Berbangsa dan Bernegara. Humanika, 11(1), 1–13. https://doi.org/10.21831/hum.v11i1.20997

Satriawan, I., Islami, M. N., & Lailam, T. (2019). Pencegahan Gerakan Radikalisme melalui Penanaman Ideologi Pancasila dan Budaya Sadar Konstitusi Berbasis Komunitas. Jurnal Surya Masyarakat, 1(2), 99–110. https://doi.org/10.26714/jsm.1.2.2019.99-110

Simatupang, T. B. (1985). Iman Kristen dan Pancasila. BPK Gunung Mulia.

Singgih, E. G. (2002). Iman dan Politik dalam Era Reformasi Di Indonesia. BPK Gunung Mulia.

Sirait, S. H. (2006). Politik Kristen di Indonesia: Suatu Tinjauan Etis. In BPK Gunung Mulia. BPK Gunung Mulia.

Siswanto, K. (2014). Tinjauan Teoritis dan Teologis Terhadap Diakonia Transformatif Gereja. Jurnal Simpson, 1(1), 95–120.

Tjiptabudy, J. (2010). Kebijakan Pemerintah Dalam Upaya Melestarikan Nilai-Nilai Pancasila di Era Reformasi. Jurnal Sasi, 16(3), 1–8.

Wowor, A. I. (2018). Teologi dan Etika Politik Dalam Gereja di Zaman Post-Modern. BIA’: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Kontekstual, 1(1), 112–123. https://doi.org/10.34307/b.v1i1.23

Yewangoe, A A. (2019). Akulah Yang Awal dan Yang Akhir,. Naskah Orasi Dalam Sidang PGI Ke-17.

Yewangoe, Andreas A. (2013). Visi Kristen mengenai Politik, dalam Teologi Politik: Panggilan Gereja di Bidang Politik Pasca Orde Baru. Yayasan OASE INTIM.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v7i01.1234

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 David Eko Setiawan, Firman Panjaitan

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.