Model Penguatan Pendidikan Karakter pada Sekolah Perjumpaan di Nusa Tenggara Barat

Wahab Wahab, Ahmad Muntakhib

Abstract


The character of students should be able to describe the implementation of the educational process. However, so far, the educational process has emphasized more knowledge orientation than character building. It is reflected in the pride of almost every educational institution if its students succeed in achieving a high National Exam or UAN Final Score. This orientation is supported by the growth and development of tutoring institutions, private lessons, study groups, or teacher rooms. This condition triggers a real thought and action to restore the primary function of education as character building. One model of strengthening character education is through the community of Sekolah Perjumpaan in West Nusa Tenggara. This research is qualitative research with a case study approach. The subjects of this study were student participants in the Sekolah Perjumpaan in West Nusa Tenggara. This research was conducted at the community point of Sekolah Perjumpaan in Bangket Bilong Village, Midang, Mantang, and at the initiator of the Sekolah Perjumpaan. This study found that the Sekolah Perjumpaan is a model of strengthening character education, positioning students as subject to subject, and awakening students to fulfill each participant's obligations as complementary beings collectively. Thus, the character education model of the Sekolah Perjumpaan can be applied in other educational institutions.


Keywords


Education model; Character building; Learners; Sekolah Perjumpaan

Full Text:

PDF

References


Fathurrahman (2017) ‘Eksistensi Kuttab dan Masjid Sebagai Institusi Pendidikan Pada Masa Pertumbuhan Islam’, Kreatif, XIV(1), pp. 56–74.

Fuad, I. (2003) Dasar-Dasar Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Izfanna, D. and Hisyam, N. A. (2012) ‘A comprehensive approach in developing akhlaq: A case study on the implementation of character education at Pondok Pesantren Darunnajah’, Multicultural Education & Technology Journal, 6(2), pp. 77–86. doi: 10.1108/17504971211236254.

Johannesen, R. L. (1996) Etika Komunikasi terj. Ethics in Human Communication. pertama. Edited by D. D. Malik and D. Mulyana. Bandung: Remaja Rosdakarya.

Komariah, N. (2016) ‘Pondok Pesantren Sebagai Role Model Pendidikan Berbasis Full Day School’, Jurnal Pendidikan Islam, 5(2), pp. 221–240. doi: 10.28944/afkar.v5i1.144.

Lickona, T. (2012) Educating For Character. Pertama. Edited by U. Wahyudin. Jakarta: Bumi Aksara.

Machalli, I. and Hidayat, A. (2016) The Handbook of Education Management: Teori dan Praktik Pengelolaan Sekolah/Madrasah di Indonesia. Jakarta: Prenada Media.

Maemonah (2012) ‘Aspek-aspek dalam pendidikan karakter’, Forum Tarbiyah, 10(9), p. 31.

Magnis-Suseno SJ, F. (2003) Etika Jawa (sebuah Analisa Falsafi tentang Kebijaksanaan Hidup Jawa). Kesembilan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Manaf, N. A. (2010) ‘Peminimalan Beban dan Peminimalan Paksaan sebagai Cara Berperilaku Santun dalam Berbahasa Indonesia’, Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan. doi: 10.24832/jpnk.v16i1.430.

May, W. F. (2011) ‘Professional Ethics: Setting, Terrain, and Teacher’, Ethics Teaching in Higher Education, pp. 205–241. doi: 10.1007/978-1-4613-3138-4_9.

Muadz, M. H. (2016) Anatomi Sistem Sosial: Rekonstruksi Menggunakan Nalar Sistem. Kedua. Edited by M. Firdaus. Mataram: Institut Pembelajaran Gelar Hidup.

Muadz, M. H. (2017a) Sekolah Perjumpaan: Normalisasi Menuju Relasi Sosial yang Terbuka, Toleran dan Saling Berterima pada Masyarakat yang Hiterogen. Pertama. Edited by M. Firdaus. Mataram: GH Publishing.

Muadz, M. H. (2017b) sekolah Perjumpaan. pertama. Edited by M. Firdaus. Mataram: Dewan Pakar PB NW.

Muh. Musiran (2012) AL-ISLAM DENGAN SISTEM BOARDING SCHOOL ( Studi Kasus di SMP Muhammadiyah Jati dan SMP Muhammadiyah Cepu ) KABUPATEN BLORA SINOPSIS TESIS Diajukan Sebagai Persyaratan Untuk Memperoleh Gelar Magister Studi Islam Oleh : MUH . MUSIRAN NIM : 105112097 PROGRAM. UIN Walisongo.

Munir, M. (2017) ‘Kultur Asrama Berbasis Sekolah Sebagai Pusat Pembinaan Karakter (Studi Kasus di SMPIT Al-Furqon Palembang)’,

Intizar, 22(2), p. 281. doi: 10.19109/intizar.v22i2.948.

Nasution, Z., Nugroho Jati, A. K. and Setia, S. (2019) ‘PELATIHAN ETIKA BERBAHASA BAGI SISWA UNTUK MENINGKATKAN KETERAMPILAN BERKOMUNIKASI DI MEDIA SOSIAL’, Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. doi: 10.24198/kumawula.v2i2.23462.

Putrawan, A. D. (2018) ‘SEKOLAH PERJUMPAAN SEBAGAI GERAKAN DAKWAH BERBASIS KOMUNITAS’, LENTERA. doi: 10.21093/lentera.v2i2.1267.

Rasi’in (2016) ‘Menakar Standar Madrasah Bermutu’, Kordinat, XV(1), pp. 75–88.

Robingatin, S. (2015) ‘IMPLEMENTASI KURIKULUM JARINGAN SEKOLAH ISLAM TERPADU DI SEKOLAH MENENGAH PERTAMA ISLAM TERPADU’, Implementasi Kurikulum Jaringan Sekolah Syamil Dinamika Ilmu. Karakteristik Proses Pembelajaran Kurikulum Dinamika Ilmu Dinamika Ilmu, 3(1), p. 239.

Siswanto (2013) ‘Pendidikan Karakter berbasis nilai-nilai religius’, Tadris, 8(1), pp. 92–107.

Sugiyono (2013) Metode Penelitian Manajemen Pendekatan: Kuantitatif, Kualitatif, Kombinasi (Mixe Methods), Penelitian Tindakan (Action Research), Penelitian Evaluasi. Bandung: Alfabeta.

Suhardi, D. (2012) ‘Boarding School-Based Smp Role As an Effort To Implement’, Jurnal Pendidikan Karakter, 2(3), p. 316.

Ulfiani, T. (2012) ‘Peran Boarding School pada SMP IT Abu Bakar Yogyakarta sebagai Salah Satu Upaya Penerapan Pendidikan Karakter’, pp. 14–53.

Wahab (2017) Pergeseran Pondok Pesantren Salafiyah (Studi pada Pondok Pesantren Al Falahiyyah Mlangi-Kabupaten Sleman-Daerah Istimewa Yogyakarta. Semarang: Pustaka Rizki Putra.

Wahab (2018) Impelementasi Pendidikan Agama Islam pada Sekolah Menengah Pertama Islam Terpadu (SMP IT) di Jawa Tengah, DIY, dan Jawa Timur, Semarang. Semarang.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v7i01.1108

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2021 Wahab Wahab Ahmad Muntakhib

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.