Dimensi Ideologis Pendidikan Sejarah Islam pada Materi Sejarah Kebudayaan Islam di Madrasah Aliyah

Ahmad Yusuf Prasetiawan, Lisa'diyah Ma'rifataini

Abstract


The idea of eliminating war content in Islamic history is one response to the symptoms of religious attitudes, which tend to be exclusive. Religious attitudes correlate with a person's level of historical mastery, because history has a strategic function; in addition to providing information on the past, it can also construct emotions, allowing students to take sides to support or reject one of the parts. This study aims to see how the content of Islamic history education contains an ideological cleavage between modernist-traditionalists, which correlates with students' religious attitudes. Research using a descriptive qualitative approach through construction analysis methods and content analysis, namely, analysis models used to reveal, understand, and capture a text or discourse's message. The object being studied is the SKI material for class XII Madrasah Aliyah, as stipulated in the Decree of the Director-General of Islamic Education No. 2676 of 2013. This study's findings indicate that the class XII SKI material displays opposing ideological features between Modernist and Traditional Islam within Muslims' sociological structure in Indonesia. Students' religious attitudes have the potential to be dichotomous and affiliated in one part. Even though the object of the objective seems to content objective students' mastery of comprehensive, critical knowledge and has an objective comparative analysis. The effect of exclusivity can still occur if there is a shift in the substance of education from scientific objectivity to the hegemony of power.


Keywords


Ideology; Education; Islamic History; Exclusive

Full Text:

PDF

References


Abdurrahman, M. 2007. Menggagas Format Pendidikan Nondikotomik: Humanisme Religius Sebagai Paradigma Pendidikan Islam. Yogyakarta: Gama Media.

Abdurrahman. 2018. “Sumbangan Pemikiran Nahdlatul Ulama (Nu) Terhadap Modernisasi Pendidikan Islam Di Indonesia.” Jurnal Dakwah 4 (4): 1–21. http://www.jurnal.uinsu.ac.id/index. php/consilium/article/view/2067.

Abidin, A. 2016. “Pengaruh Islam Dalam Perubahan Nama Diri Suku Bugis: Sebuah Tinjauan Sejarah.” IBDA` : Jurnal Kajian Islam Dan Budaya 14 (2): 241–53. https://doi.org/10.24090/ibda. v14i2.676.

Ahmad, J. 2018. Desain Penelitian Analisis Isi (Content Analysis). Sekolah Pascasarjana UIN Syarif Hidayatullah.

Ahmadi, A. 2007. Sosiologi Pendidikan. Jakarta: Rineka Cipta.

Alfiani, M. M., Suweleh, S., and Janah, L.K. 2019. “Islamisasi Nusantara Dan Sejarah Sosial Pendidikan Islam.” FIKROTUNA; Jurnal Pendidikan Dan Manajemen Islam 9 (1): 17.

Alwi S. 1996. Islam Inklusif. Bandung: Mizan.

Andree F.. 1999a. NU Vis a Vis Negara. Yogyakarta: LKiS.

__________.1999b. NU Vis a Vis Negara. Yogyakarta: LKiS.

Arif, Md. 2008a. Pendidikan Islam Transformatif. Yogyakarta: LKiS.

__________. 2008b. Pendidikan Islam Transformatif. Yogyakarta: LKiS.

__________.2008c. Pendidikan Islam Transformatif. Yogyakarta: LKiS.

__________.2008d. Pendidikan Islam Transformatif. Yogyakarta: LKiS.

Arif, S. 2010. Deradikalisasi Islam Paradigma Dan Strategi Islam Kultural. Depok: Penerbit Koekoesan.

Asmuni, M. Y. 1998. Pengantar Studi Pemikiran Dan Gerakan Pembaharuan Dalam Dunia Islam. Jakarta: Rajawali Press.

Assyaukanie, L. 1998. “Tipologi Dan Wacana Pemikiran Arab Kontemporer.” Jurnal Paramadina 1 (1).

Azani, M. Z.. 2019. “Literasi Digital Keagamaan Aktivis Organisasi Religious Digital Literacy Of Religious Organization Activism.” Tsaqofah 05 (01): 1–27.

Azra, A. 2016. “Kontestasi Pemikiran Islam Indonesia Kontemporer.” Studia Islamika 23 (1): 175–86. https://doi.org/10.15408/ sdi.v23i1.2905.

Bakri, S.. 2014. “Kebudayaan Islam Bercorak Jawa (Adaptasi Islam Dalam Kebudayaan Jawa ).” Dinika 12 (2): 33–40.

Basid, A.. 2017. “Islam Nusantara: Sebuah Kajian Post Tradisionalisme Dan Neo Modernisme.” Tafaqquh: Jurnal Penelitian Dan Kajian Keislaman 5 (1): 1–14.

Eriyanto. 2007. Analisis Framing; Konstruksi Ideologi, Dan Politik Media. IV. Yogyakarta: LKiS.

Fauziah, N. 2013. “Faktor Penyebab Kejenuhan Belajar Sejarah Kebudayaan Islam (SKI) Pada Siswa Kelas XI Jurusan Keagamaan di MAN Tempel Sleman.” Pendidikan Agama Islam X (2): 99–108. https://doi. org/10.33650/edureligia.v1i2.46.

Habermas, J. 2009. Kritik Atas Rasio Fungsionalis Buku 2. Edited by Nurhadi. Yogyakarta: Kreasi Wacana.

Habib, Z. 2018. “Kyai Kampung, Islamisme, Dan Ketahanan Budaya Lokal (Pandangan Kyai Abdullah Faishol Tentang Ketahanan Budaya Dan Visi NU Sukoharjo).” Jurnal SMaRT Studi Masyarakat, Religi Dan Tradisi 04 (02): 161–78.

Hadiningrum, L. P.. 2018. “Reaktualisasi Pendidikan Nilai Berbasis Kearifan Lokal.” Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi) 04 (02): 149–60.

Hambali, R. 2001. Hasan Hanafi; Dari Kiri Islam, Revitalisasi Turast Hingga Oksidentalisme. Bandung: Mizan.

Hanafi, I. 2015. “Mengenal Neo-Modernisme Islam: Sebuah Essay Pemikiran Fazlur Rahman Tentang Pendidikan Islam.” Madania: Jurnal Ilmu-Ilmu Keislaman 5 (1): 01–23. http://ejournal.uin-suska. ac.id/index.php/madania/article/ view/4786.

Haris, A. 2016. “Analisis Komparasi Isi Buku Ajar Sejarah Kebudayaan Islam Kurikulum 2013 Dengan Sejarah Kebudayaan Islam Perspektif Ahmad Syalabi Analisis Komparasi Isi Buku Ajar Sejarah Kebudayaan Islam Kurikulum 2013 Dengan Sejarah.”

Hasyim, W. 1985. Mengapa Memilih NU: Konsepsi Tentang Agama, Pendidikan Dan Politik. Jakarta: Inti Sari Aksara.

Ibrahim, I. D. 2004. Lifestyle Ectasy: Kebudayaan Pop Dalam Masyarakat Komoditas Indonesia. Yogyakarta: Jalasutra.

Jaenuri, A. 2004. Orientasi Ideologi Gerakan Islam Modern. Surabaya: LPAM. Jainuri, A. 1995. “Landasan Teologis Gerakan Pembaruan Islam.” Jurnal Ulumul Qur’an VI (3): 22.

Jong, K. D. E., and De, E. E. S . 2012. “NASIONAL BERSAMA Sejarah Singkat Hubungan Islam-Kristen Di Indonesia.” Gema Teologi 36 (2): 231–50.

Karim, A. 2013. “Meningkatkan Motivasi Belajar Pendidikan Sejarah Kebudayaaan Islam (SKI) Melalui Metode Pembelajaran Mind Mapping.” QUALITY Jurnal STAIN Kudus 1 (2): 1–18.

Keputusan, Dirjen Pendidikan Islam 2676. 2013. Panduan Kurikulum Mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam Dan Bahasa Arab Di Madrasah. Indonesia.

Kholis, R. A. N. 2018. “Analisis Tingkat Kesulitan (Difficulty Level) Soal Pada Buku Sejarah Kebudayaan Islam Kurikulum 2013.” Jurnal Pendidikan Agama Islam 14 (2): 305–15. https://doi.org/10.14421/ jpai.2017.142-07.

Kumayi, S. 2018. “Tindakan Sosial KH. Muhammad Bakhiet Dalam Kontekstualisasi Dan Transformasi Ajaran Tasawuf.” Jurnal SMART (Studi Masyarakat, Religi, Dan Tradisi) 4 (2): 179–93. https://doi. org/10.18784/SMART.V4I2.674.

Kurniawan, M. Alif, Rochanah, Suyatmi, Ari, F. I, Kuni, A, Syifaun, N., Fatoni, A., et al. 2014. Sejarah Pemikiran Dan Peradaban Islam: Dari Masa Klasik Hingga Modern.

Latief, H. 2016. “Wajah Islam Indonesia Kontemporer Yang Terus BerhadapHadapan.” Afkaruna 12 (1): 136–39. https://doi.org/10.18196/AIIJIS.2016.

Madjid, N. 1993. “Reioreintasi Wawasan KeIslaman: Usaha Mencari Kemungkinan Bentuk Peran Tepat Umat Islam Indonesia Di Abad XXI.” In Reorientasi Muhammadiyah NU, 193–94. Yogyakarta: LPPI UMY, LKPSM NU, PP Al-Muhsin.

__________. 1992. “Beberapa Renungan Tentang Kehidupan Keagamaan Di Indonesia Untuk Generasi Mendatang.” Jakarta.

Mahmudah, S. 2007. “Post Trad Islam 2007.Pdf.” Ulul ALbab 8 (1): 21–32.

Marzuki, W. 2005. Pemikiran Islam Kontemporer Di Indonesia. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Mernisi, F. 1992. Islam Dan Anologi Ketakutan Demokrasi. Yogyakarta: LKiS.

Miswar, A. 2015. “Tafsir Al-Qur’an Al-Majid ‘Al-Nur’ Karya TM Hasbi Ash-Shiddieqy (Corak Tafsir Berdasarkan Perkembangan Kebudayaan Islam Nusantara).” Jurnal Adabiyah XV: 83–91. http://journal. uin-alauddin.ac.id/index.php/adabiyah/ article/view/693.

Mulkhan, A. M. 1991. Runtuhnya Mitos Politik Santri. Yogyakarta: Sipress. Munthoha. 1998. Pemikiran Dan Pendidikan Islam. Yogyakarta: UII Press.

Musmuallim. 2019. “Dinamika Prasangka Sosial Penyebaran Agama Terhadap Pihak Rumah Khalwat Oasis Sungai Kerit.” Al-Balagh 4 (2): 169–98. https://doi. org/10.1017/CBO9781107415324.004.

Nashir, H. 2001. Ideologi Gerakan Muhammadiyah. Yogyakarta: Suara Muhammadiyah.

Nasution, H. 2003. Pembaharuan Dalam Islam Sejarah Pemikiran Dan Gerakan. Jakarta: Bulan Bintang.

Nasution, S. 2019. “Islam Rasional.” IJTIMAIYAH Jurnal Ilmu Sosial Dan Budaya 3 (1): 181. Noer, D. 1980a. Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.

__________. 1980b. Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.

__________. 1980c. Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.

__________. 1980d. Gerakan Modern Islam Di Indonesia 1900-1942. Jakarta: LP3ES.

Nurjanah. 2003. “Menemukan Nilai Karakter Dalam Pembelajaran,” 1–13.

Piliang, Y. A. 1998. Sebuah Dunia Yang Dilipat. Bandung: Mizan.

Prasetyo, A. M., Dkk. 2002. Islam Dan Civil Society: Pandangan Muslim Indonesia. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.

Qurtuby, S. A.. 2004. Anak Muda Dan Tradisi Pemikiran Liberal. Jakarta: P3M Kompas.

Rahman, B. A. 2017. “Modernisme Islam Dalam Pandangan Muhammad Abduh.” Tsaqofah & Tarikh 2: 39–50.

Rais, M. 2018. “Wajah Islam Di Bandar Jalur Sutera (Kajian Sejarah Sosial Pada Kesultanan Tidore-Maluku Utara).” Al-Qalam 16 (2): 191. https://doi. org/10.31969/alq.v16i2.485.

Ritzer, G. 2003. Teori Sosial Postmodern. Yogyakarta: Kreasi Wacana. Russel, B. 1952. The Impact of Scince on Socety. London: WC.

Saifuddin, K. 2019. “Strategi Kontra Radikalisme Keagamaan: The Strategy of Nahdlatul Ulama in Countering Religious Radicalism in Jambon Village Gumawan Temanggung Pendahuluan.” SMart 05 (02): 143–58.

Salim, F., Razi, Hamid, F., Ma`ruf, and Sukino, A. 2017. Sejarah Kebudayaan Islam. Edited by Syamsul Kurniawan. 2nd ed. Pontianak: IAIN Pontianak Press.

Salim, H. 1999. Gus Dur Dan Kenangan Cendekiawan Zaman Prisma. Yogyakarta: LKiS. Sucitra, I. G. A. 2015. “Transformasi Sinkretisma Indonesia Dan Karya Seni Islam.” Journal of Urban Society’s Arts 2 (2): 89–103. https://doi.org/10.24821/jousa. v2i2.1446.

Syafrizal, A. 2015. “Sejarah Islam Nusantara.” Islamuna: Jurnal Studi Islam 2 (2): 235. https://doi.org/10.19105/islamuna. v2i2.664.

Takwin, B. 2009. Akar-Akar Ideologi. Yogyakarta: Jalasutra.

Taufik, A., Dimyati, H., and Bintu, M.. 2005. “Sejarah Pemikiran Dan Tokoh Modernisme Islam.Pdf.” In Sejarah Pemikiran Tokoh Modernisme, 1. Jakarta: PR Raja Grafindo Persada.

Tobroni, and Syamsul, A.. 1994a. Islam Pluralisme Budaya Dan Politik: Refleksi Teologi Untuk Aksi Dalam Kebergaman Dan Pendidikan. Yogyakarta: Sipress.

__________. 1994b. Islam Pluralisme Budaya Dan Politik: Refleksi Teologi Untuk Aksi Dalam Kebergaman Dan Pendidikan. Yogyakarta: Sipress.

Wahid, A.. 1999a. NU Dan Islam Di Indonesia Dewasa Ini. (Yogyakarta: LKiS. Wakhid, A. R. 2017. “Analisis Buku Sejarah Islam Kelas X.” UIN Malang. Malang.

__________. 1999b. Reidiologi Dan Retradisionalisasi Dalam Politik. Yogyakarta: LKiS. Wijoyo, K. 2002. Selamat Tinggal Mitos Selamat Datang Realitas. Bandung: Mizan.

Winnerburg, S. 2006. Berfikir Historis. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.

Yahya, I. n.d. Tradisi Militer Dalam Islam. Yogyakarta: Logung Pustaka.

Yuni, W. A., and Noveina, S.. 2018. “Terorisme Radikalisme Dan Identitas Keindonesiaan.” Jurnal Studi Komunikasi 1 (2): 22–67.




DOI: https://doi.org/10.18784/smart.v6i2.1002

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2020 Ahmad Yusuf Prasetiawan, Lisa'diyah Ma'rifataini

Creative Commons License
This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.