Inclusion Community Model: Learning from Bali

David Samiyono

Abstract


Abstrak

Konflik sering muncul ketika manusia bertindak secara ekslusif dengan hanya melihat diri sendiri dan kelompoknya. Beberapa tokoh pluralisme membuat konsep mengenai masyarakat inklusif dengan tujuan mengurangi terjadinya konflik. Nagara Indonesia memiliki potensi besar terjadinya konflik, hal ini disebabkan karena negara Indonesia terdiri dari berbagai suku, budaya dan agama. Apabila konflik tidak dikelola, maka potensi terjadinya dis-integrasi bangsa sangat besar. Meskipun hal ini dapat juga dilihat sebagai kekayaan bangsa, model masyarakat inklusif diperlukan bagi bangsa Indonesia
sebagai alat pemersatu yang harus dipahami dan diajarkan dari generasi satu kepada generasi berikutnya.
Dalam penelitian ini menggunakan pendekatan diskriptif-kualitatif yang sesuai dengan kondisi lokasi penelitian yaitu Bali dan Lampung. Analisis dilakukan melalui narasi dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari informan atau partisipan. Hasil penelitian menunjukkan adanya nilai-nilai inklusif dalam budaya masyarakat Bali yang tinggal di Pulau Bali. Masyarakat Bali yang sudah bergaul dengan berbagai
budaya, agama, politik dan ekonomi. Oleh karena itu model masyarakat inklusif dari kasus masyarakat Bali perlu dilakukan dalam usaha untuk bisa diuji-cobakan pada masyarakat yang berbeda, terutama pada wailayah negara Indonesia yang majemuk.


Kata kunci: Bali, Inclussion community, menyama braya.

 


Abstract
Conflict often occurs when people behave closed and exclusive by looking at himself and his group. Some authors propose the concept of inclusion community to reduce the conflict and towards a harmonious society. Indonesia has a huge potential for conflict to happen
due to the number of tribe, religion, race and class, but on the other hand it has had a noble wealth in society, which needs to be exposed and arranged to become a teaching material  for future generations. That is why this research is done. This research uses descriptive qualitative method of setting Balinese case study in Bali and
Lampung. The analysis was conducted in the narrative and constructive way by involving various resource persons and participants. The Research shows that there is value in Balinese inclusion both in the province of Bali and Lampung province in various fields such as social, cultural, economic, and governance.
For further research, the learning module of Balinese inclusion Community should be  made. A research on other wealth local communities besides Bali should also be made in Indonesia.


Keywords: Bali, inclusion community, menyama braya.




DOI: https://doi.org/10.18784/analisa.v21i1.23

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 David Samiyono

Creative Commons License
Analisa: Journal of Social and Religion is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 hit counter joomla View My Stats