ntertekstualitas Naskah Kempalan Kitab-kitab Islam Koleksi Museum Sonobudoyo: Syariat dalam Islam Jawa

Agus Iswanto

Abstract


Abstract

Intertextuality of a religious manuscript can be used to understand the meaning and position of religious thought in the text. This research focuses on the relation between shari’ah/fiqh and tasawuf/hakikat in Yogyakarta Sultanete Milieu, through intertextual
analysis of the manuscript Kempalan Kitab-Kitab Islam (code: MSB/H/15/SK92), a collection of Sonobudoyo Museum in Yogyakarta. This manuscript was studied by seeing its position between two texts in two traditions (keraton and pesantren), but in the same milieu (Sultanete Yogyakarta), i.e Serat Suryaraja (royal heritage of Yogyakarta Sultanete) and Al-Sunī al-maṭālib fī isṭilāḥal-‘awāqib by Kiai Nur Iman from Pesantren Mlangi of Yogyakarta. This research shows that Kempalan Kitab-Kitab Islam can be seen as a point which signifies the acceptance of sharia as part of a way of achieving “ilmu kesempurnaan” (the science of perfection) in the conception of Sufism in Java.


Keywords: Kempalan Kitab-kitab Islam Manuscript, intertextuality, Yogyakarta Sultanete, syariah, tasawuf

 


Abstrak
Hubungan intertekstualitas sebuah naskah keagamaan dapat membantu untuk memahami makna dan posisi sebuah pemikiran keagamaan yang tertuang dalam teks naskah tersebut. Penelitian ini melihat bagaimana aspek syariah atau fikih yang tertuang dalam naskah Jawa serta hubungannya dengan aspek tasawuf/hakikat yang
berada di lingkungan Kesultanan Yogyakarta, melalui analisis intertekstual Naskah Kempalan Kitab-kitab Islam (kode MSB/H/15/SK92) koleksi Museum Sonobudoyo di Yogyakarta. Naskah Kempalan Kitab-kitab Islam dilihat posisi dan maknanya dengan
menelaah dua teks di dua tradisi (keraton dan pesantren), yang sama-sama dalam satu lingkungan Kesultanan Yogyakarta, yakni Serat Suryaraja yang merupakan pusaka keraton Yogyakarta, dan Al-Sunī al-maṭālib fī isṭilāḥal-‘awāqib karya Kiai Nur Iman dari Pesantren Mlangi Yogyakarta. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Naskah Kempalan Kitab-kitab Islam dapat dipandang sebagai satu titik yang menandakan
penerimaan syariat sebagai bagian dari jalan mencapai “ilmu kasampurnan” dalam konsepsi tasawuf di Jawa.


Kata kunci: Naskah Kempalan Kitab-kitab Islam, intertekstualitas, Kesultanan Yogyakarta, syariah, tasawuf




DOI: https://doi.org/10.18784/analisa.v21i02.16

Refbacks

  • There are currently no refbacks.




Copyright (c) 2015 Agus Iswanto

Creative Commons License
Analisa: Journal of Social and Religion is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.

 hit counter joomla View My Stats