Top
    bla_semarang@kemenag.go.id
024 7601327
Problematika Pendidikan Multikultural

Problematika Pendidikan Multikultural

Senin, 19 Januari 2015
Kategori :
466 kali dibaca

Peran pendidikan agama multikultural di sekolah adalah menciptakan persamaanpendidikan bagi semua siswa yang berbeda-beda. Model Pendidikan ini menawarkan pendekatan dialogis untuk menanamkan kesetaraan dan kesederajatan. Selain itu mengajarkan siswa untuk melepas prasangka atau stereotip mengenai agama orang lain.

Hal tersebut dikatakan Drs. Mulyani Mudis Taruna, M.Pd., peneliti Pendidikan Agama dan Keagamaan Balai Litbang Agama Semarang (Blas) dalam kegiatan “Pembahasan Instrumen Pengumpulan Data penelitian Pendidikan Agama Berbasis Multikultural Pada SMA di Propinsi Bali”, Senin (19/01/2015) di aula pertemuan lantai III Balai Litbang Agama Semarang.

“Banyak faktor penentu keberhasilan model pendidikan multikultural. Di antaranya pemahaman guru dalam menyusun kurikulum pendidikan agama berbasis multikultural, culture atau budaya sekolah dalam pengimplementasian pendidikan agama berbasis multikultural,” ungkap Mudis. Faktor penentu lainnya adalah persepsi siswa terhadap pendidikan agama berbasis multikultural dan faktor pendukung serta penghambat dalam implementasi pendidikan agama berbasis multikultural.

Mudis menambahkan, aspek kunci implementasi pendidikan multikultural di sekolah adalah tidak adanya kebijakan yang menghambat sikap toleransi. 


Sumber : Balai Litbang Agama Semarang

Penulis : Ariyani Mahmud

Editor : Ariyani Mahmud

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP