Top
    bla_semarang@kemenag.go.id
024 7601327
Pentingnya Menyelamatkan Manuskrip Karya Para Ulama

Pentingnya Menyelamatkan Manuskrip Karya Para Ulama

Kamis, 24 September 2020
Kategori : berita
148 kali dibaca

Manuskrip atau Naskah merupakan bagian dari cagar budaya. Balai Litbang Agama Semarang dalam rangka menyelamatkan naskah karya para ulama Nusantara telah melakukan inventarisasi dan digitalisasi. Tidak cukup hanya disitu, penyelamatan naskah juga dilakukan secara Online, yaitu dengan melakuan Repositori Online. Sebelum dipublis, dilakukkn uji validasi, Pada uji validasi kedua ini, 24 September 2020, digelar di Hotel Grand Wahid Salatiga.

Acara pembukaan atau opening ceremony Uji Validasi Repositori Online Naskah Keagamaan Madura Tahap II dibuka langsung oleh Kepala Balai Litbang Agama Semarang, Dr. Samidi Khalim.

Dalam sambutannya, kepala Balai Litbang Agama Semarang menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan pengembangan hasil penelitian bidang Lektur, Khazanah Keagamaan, dan Manajemen Organisasi tentang Inventarisasi dan digitalisasi Naskah Keagamaan di Madura. Dari hasil penelitian tersebut, setidaknya ada 450 Naskah Keagamaan karya ulama Madura. Dari penelitian tersebut sudah dihasilkan katalog Naskah Keagamaan Madura jilid 1 dan 2. Selain terbitnya katalog, Naskah juga sudah di-upload ke website Balai Litbang Agama Semarang (177 manuskrip) dan sisanya masih dalam proses. Harapan kami seluruh masyarakat bisa mengakses kitab-kitab keagamaan tersebut” terang Dr. Samidi, M.S.I.

Balai Litbang Agama Semarang mengacu pada undang-undang Nomor 5 Tahun 1992 tentang cagar budaya yang menyatakan keberadaan hasil karya budaya bangsa agar naskah kuno di bumi persada ini tetap aman, terjaga, terlindungi serta tidak mudah untuk berpindah pengelolaan oleh pihak lain yang tidak berwenang. Oleh karenanya, kami laksanakan penelitian dan digitalisasi naskah-naskah yang kita temukan di lapangan. Lebih lagi karena pengelolaan Naskah-naskah yang berada di pulau Madura masih tradisional dan masih dimiliki oleh perorangan sehingga rawan rusak. Kegiatan digitalisasi ini diharapkan dapat menyelamatkan naskah, lebih bermanfaat dan bisa diakses oleh masyarakat secara luas, demikian papar Samidi Khalim (Kepala Balai Litbang Agama Semarang).


Sumber : blasemarang

Penulis : Diexs

Editor : Diexs

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP