Top
    bla_semarang@kemenag.go.id
024 7601327
Penelitian Litbang Agama Semarang : Umat Islam Perkotaan Lebih Taat Fatwa MUI, Pedesaan Cenderung Abai

Penelitian Litbang Agama Semarang : Umat Islam Perkotaan Lebih Taat Fatwa MUI, Pedesaan Cenderung Abai

Rabu, 28 Juli 2021
Kategori : berita
64 kali dibaca

PORTAL JEPARA - Balai Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Agama Semarang menyebut umat Islam perkotaan lebih taat kepada fatwa-fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Sementara umat Islam di wilayah pedesaan disebutkannya lebih cenderung mengabaikan fatwa - fatwa MUI.

Hal itu disampaikan Kepala Litbang Agama Semarang Dr Samidi Khalim M.Ag saat menjadi narasumber di acara Milad MUI tingkat Jawa Tengah ke-46.

Seperti diketahui, Litbang Agama Semarang belum lama ini merilis hasil penelitian yang dilakukan para penyuluh terkait layanan keagamaan pada masa pandemi Covid-19 kepada masyarakat.

Kepala Litbang Dr Samidi Khalim M.Ag mengatakan para penyuluh agama telah menyampaikan hasil penelitiannya tentang layanan keagamaan pada masa pandemi Covid-19 kepada masyarakat.

‘’Umat Islam di wilayah perkotaan lebih taat melaksanakan fatwa-fatwa MUI. Sementara di pedesaan fatwa MUI agak diabaikan,’’ kata Samidi Khalim di Semarang, kemarin.

Samidi Khalim merekomendasi agar para penyuluh agama ikut memberi tauladan bagi masyarakat dalam melaksanakan lembaga agama agar berjalan efektif.

"Tokoh agama atau masyarakat ikut memberi tauladan bagi masyarakat dalam melaksanakan tausiah atau fatwa lembaga agama agar berjalan efektif,’’ katanya.

Menurut Samidi Khalim, diperlukan sinergitas lintas pemangku kebijakan seperti Kementerian Agama dan Kementerian Dalam Negeri dalam mengedukasi masyarakat sampai tingkat terbawah.
Kementerian Agama baik pusat maupun daerah, diharapkan terus menjalin hubungan baik dengan pihak pengelola atau akmir masjid sehingga ketika terjadi permasalahan yang menyangkut umat, maka akan segera dapat diatasi dengan baik.

Kepada MUI, Samidi Khalim meminta pengurus MUI baik pusat, provinsi, maupun daerah, hendaknya di dalam membuat fatwa atau tausiyah agar tidak mengandung makna yang kontradiktif, sehingga tidak membuat kebingungan di kalangan umat.

Sementara itu, Ketua Komisi Fatwa MUI Jateng Dr KH Fadlolan Musyaffa Lc MA mengatakan, dalam mengeluarkan fatwa maupun tausiah, MUI terlebih dahulu melakukan kajian dari berbagai disiplin ilmu secara komprehensif.


KH Fadlolan Musyaffa membantah anggapan miring MUI sebagai ‘’tukang stempel’’ pemerintah.***

Editor: Eby Ziyan

Sumber disini


Sumber : portaljepara.pikiran-rakyat.com

Penulis :

Editor : Eby Ziyan

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP