Top
    bla_semarang@kemenag.go.id
024 7601327
Pendidik, Ujung Tombak Bela Negara!

Pendidik, Ujung Tombak Bela Negara!

Rabu, 30 Maret 2016
Kategori :
139 kali dibaca

Pontianak (30 Maret 2016). Dunia pendidikan menjadi salah satu aspek yang sangat strategis dalam menjaga keutuhan NKRI. Melalui pendidikan, diharapkan transformasi semangat bela negara dapat dilakukan kepada generasi penerus, sehingga semangat bela negara tidak akan pernah padam dari masa ke masa.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Balai Litbang Agama (BLA) Semarang, Prof. Dr. Koeswinarno saat menjadi salah satu narasumber dalam kegiatan Workshop Penysunan Modul Pendidikan Agama Berbasis Nilai-Nilai Kebangsaan di Pontianak, (30/3).

Menurut Koeswinarno, potensi Bangsa Indonesia yang memilik ragam budaya, agama, bahasa  dan suku bangsa, selain menjadi potensi juga  menyimpan ancaan disintegrasi. “Tanpa wawasan kebangsaan yang kokoh, sulit dibayangkan dengan apa lagi NKRI dapat dipersatukan” ujarnya.

Ia mencontohkan bagaimana Negara India yang multikultur seperti Indonesia, ternyata gagal mempertahankan keutuhan bangsanya. “Dahulu Pakistan dan Bangladesh merupakan bagian dari India. Namun karena gagal dalam mengelola kebhinekaan, Pakistan dan Bangladesh akhirnya memisahkan diri dari India” jelas Koeswinarno.

Selain itu, permasalahan globalisasi juga menjadi ancaman yang cukup nyata bagi keutuhan NKRI. Menurut Koeswinarno, setidaknya terdapat lima tantangan akibat kencangnya arus globalisasi, yaitu adanya gejala theological shock, cultural shock, political shock, economical shock, dan science & technologica shock.

“Besarnya ancaman diintegrasi bangsa akibat globalisasi, harus ita hadapi persama. Dunia pendidikan menjadi ujung tombak dalam menanamkan semangat bela negara” terang Koeswinarno. “Meskipun melalui pendidikan membutuhkan jangka waktu yang relatif lama, tetapi hal ini harus tetap kita laksanakan. Apa yang akan kita lakukan hari ini, mungkin tidak akan terasa dampaknya secara instan. Tetapi saya yakin bahwa upaya kita hari ini akan kita rasakan hasilnya sepuluh atau lima belas tahun yang akan datang” tegasnya.

Kegiatan Workshop ini merupakan inisiasi dari BLA Semarang dan diikuti oleh perwakilan praktisi pendidikan di wilayah perbatasan Kalimantan Barat. Hadir diantara mereka para guru agama, kepala sekolah dan pengawas guru agama.


Sumber : Balai Litbang Agama Semarang

Penulis : Arif Gunawan Santoso

Editor : Arif Gunawan Santoso

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP