Top
    bla_semarang@kemenag.go.id
024 7601327
Pembelajaran Madrasah Aliyah di Era Disruptif

Pembelajaran Madrasah Aliyah di Era Disruptif

Jumat, 9 April 2021
Kategori : berita
43 kali dibaca

Kegiatan halfday "Pengolahan dan Analisa Data Penelitian Varian Sumber Belajar Keagamaan Moderat Siswa MA di Era Disruptif" diselenggarakan di Azana Airport Hotel Semarang pada 9 April 2021. Kegiatan halfday ini dihadiri oleh tim peneliti bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan, tim sekretariat, dan turut hadir pula peserta luar dari AIS Muhammadiyah Semarang.

Penelitian yang dilakukan di Madrasah Aliyah negeri dan swasta yang tersebar di 17 Kota dan Kabupaten di beberapa wilayah Provinsi Jawa Tengah ini secara khusus mengambil sampel siswa kelas 11 dan 12. Dalam paparannya, ketua tim Penelitian Varian Sumber Belajar Keagamaan Moderat Siswa MA di Era Disruptif saudara A.M. Wibowo menyampaikan beberapa informasi berkaitan dengan dinamika pembelajaran online, tatap muka, dan kombinasi yang terjadi di lapangan.

Mayoritas pembelajaran di awal pandemi Covid 19 ini berupa daring (online). Dalam perkembangan berikutnya beberapa MA sudah menerapkan sistem daring dan tatap muka, khususnya MA di pesantren lebih banyak memakai pembelajaran tatap muka. Kenapa sebagian MA melakukan kegiatan pembelajaran tatap muka, hal ini dikarenakan ada beberapa MA swasta yang dana dan siswanya sedikit. Sehingga guru dan siswanya lebih memilih pembelajaran tatap muka karena lebih baik dan komprehensif.

"Pembelajaran online jadi hambatan tersendiri bagi guru dan siswanya. Bagi guru swasta yang penghasilannya dibawah 1 juta sangat berat harus membeli android dan kuota untuk kelancaran proses daring. Ditambah lagi ada sebagian guru yang kurang mengerti tentang IT. Ada beberapa kasus yang terjadi dengan adanya pembelajaran daring. Karena tidak bisa sekolah untuk bertemu guru dan temannya, maka ada sebagian siswa memilih untuk bekerja. Sehingga mereka menjadi malas untuk melanjutkan sekolahnya", ungkap peneliti yang biasa disapa Aam ini.

Selain memaparkan model pembelajaran, ketua tim penelitian juga menjelaskan beberapa temuan hasil penelitian yang berkaitan dengan sumber belajar keagamaan, tokoh agama idola, media belajar yang banyak diakses, dan bagaimana sikap moderasi beragama siswa MA di kota dan di desa. Dengan menggunakan analisis jalur ditemukan bahwa sikap moderasi beragama siswa MA dipengaruhi oleh beberapa faktor, diantaranya varian sumber belajar, kelas sosial, dan motivasi belajar. Jika dianalisis berdasarkan letak geografis madrasah, ditemukana bahwa tidak ada perbedaan signifikan antara sikap moderasi beragama siswa MA di kota dan di desa.

Priyono


Sumber : Balai Litbang Agama Semarang

Penulis : Priyono

Editor : Ryo Yudowirawan

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP