Top
    bla_semarang@kemenag.go.id
024 7601327
Mimpi Besar Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Mimpi Besar Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Jumat, 19 Maret 2021
Kategori : berita
146 kali dibaca

Mimpi Besar Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI

Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama RI mengadakan kegiatan Rakor Badan Litbang Dan Diklat Kementerian Agama di Hotel Grand Mercure Hayam Wuruk Jakarta, 17 s.d. 19 Maret 2021. Kegiatan rakor ini diikuti oleh seluruh unit kerja dan satuan kerja di lingkungan Badan Litbang dan Diklat, yaitu semua Kapuslitbang, Kepala Balai Litbang Agama, dan Kepala Balai Diklat Keagamaan beserta Kasubbag Tata Usaha.

Kepala Badan Litbang dan Diklat, dalam pembukaannya, menyampaikan mempi besar dalam masa kepemimpinannya, Badan Litbang dan Diklat nantinya bisa mencapai tunjangan kinerja 100%. Hal ini didasarkan motivasi bahwa binaan beliau di Kejaksaan sudah berhasil mencapai tunjangan kinerja 100%. Karena itu tranformasi dan kolaborasi menjadi kata kunci yang perlu dieksplorasi secara optimal tahun-tahun ini. Saat ini sangat penting adanya tranformasi peneliti, transformasi widyaiswara dan transformasi digital menjadi agenda utama perubahan saat ini.

Kepala Badan menjelaskan, untuk mewujudkan transformasi peneliti, ada beberapa tuntutan, yaitu: 1) penelitian yang menjawab permasalahan aktual yang dihadapi unit teknis; 2) diversifikasi penelitian yang menjawab permasalahan pembangunan agama dan keagamaan yang berubah sangat cepat; dan 3) penelitian yang menggunakan teknologi digital baik karena pandemi Covid-19 maupun tuntutan kemajuan zaman.

Sedangkan untuk menjawab transformasi penelitian: 1) penelitian hendaknya dalam satu konsep riset dan pengembangan (R & D), tidak boleh hanya penelitian murni, dan judul sepengetahuan unit pengguna; 2) model-model penelitian perlu dikemas untuk menjawab permasalahan secara cepat, karena itu penelitian model selama ini perlu dicermati lagi (model rombongan perlu ditinjau kembali), dan model SBKU perlu lebih dikembangkan; dan 3) penelitian perlu dikembangkan kolaboratif dengan widyaiswara, dosen, peneliti dari kementerian lain.
Priyono


Sumber : Balai Litbang Agama Semarang

Penulis : Priyono

Editor : Ryo Yudowirawan

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP