Top
    bla_semarang@kemenag.go.id
024 7601327
Lampion Waisak, Pelita Perdamaian dari Umat Buddha

Lampion Waisak, Pelita Perdamaian dari Umat Buddha

Rabu, 30 Mei 2018
Kategori : Berita Kecil
30 kali dibaca

Perayaan Tri Suci Waisak 2562 BE/2018 di pelataran  candi Borobudur dipuncaki dengan  penerbangan ratusan lampion oleh umat Buddha. Pelepasan lampion-lampion tersebut merupakan simbol pengharapan agar makhluk di bumi mendapatkan penerangan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

Lampion tersebut juga disebut sebagai lampion perdamaian. Simbol perdamaian antarumat beragama dalam momentum Waisak. Setelah detik-detik Waisak, lampion perdamaian tersebut diterbangkan oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saufudin bersama para bhiksu dan tokoh agama.

Menurut Koordinator Dewan Kehormatan Walubi Biksu Tadisa Paramita Mahasthavira, lampion yang diterbangkan menandakan pelita yang dilepas ke langit agar semua makhluk di Bumi mendapatkan penerangan. Dia menjelaskan bahwa menjelang detik-detik Waisak Sang Buddha bermeditasi untuk mengalahkan nafsunya dari godaan duniawi. Sang Buddha pun mencapai penyinaran sempurna, tubuhnya mengeluarkan cahaya enam warna, yaitu biru,  merah, kuning, putih, oranye, dan gabungan dari kelima warna tersebut.

Dia mengatakan, pada detik-detik Waisak, cahaya muda memancar ke segenap alam semesta. Barang siapa yang bisa duduk bermeditasi dan memfokuskan pikiran, dia akan menerima cahaya penerangan dari Sang Buddha.

Perayaan Tri Suci Waisak di Candi Mendut dan Candi Agung Borobudur pada tahun 2018 mengangkat tema “Transformasikan Kesadaran Delusi Menjadi Kesadaran Murni”. Adapun rangkaian kegiatan Waisak diawali dengan Karya Bhakti Taman Makam Pahlawan di Seluruh Indonesia, Bhakti Sosial pengobatan gratis bagi warga Borobudur dan sekitarnya (25-26/05), ritual pengambilan api alam di sumber api abadi Mrapen Grobogan (27/05), ritual pengambilan api berkah di Umbul Jumprit-Ngadirejo Temanggung (28/05). Puncaknya (29/5) adalah prosesi dari Candi Mendut  menuju Candi Agung Borobudur, detik-detik Waisak, dan pelepasan lampion perdamaian.

Penerbangan lampion perdamaian sebagai pungkasan perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak oleh umat Buddha sudah menjadi serangkaian tradisi yang dilakukan dari tahun ke tahun. (sy/mlk)


Sumber : Balai Litbang Agama Semarang

Penulis : Musyafak

Editor : Musyafak

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP