Top
    bla_semarang@kemenag.go.id
024 7601327
Kuttab Tandai Arus Kebangkitan Pendidikan Islam

Kuttab Tandai Arus Kebangkitan Pendidikan Islam

Senin, 7 Juni 2021
Kategori : berita
18 kali dibaca

Penyempurnaan pengembangan model pengelolaan kuttab terus dilanjutkan oleh Balai Litbang Agama (BLA) Semarang. Senin, 7 Juni 2021, BLA Semarang menggelar uji validasi ke-3 atas buku Model Pengelolaan Pendidikan Agama Pada Kuttab. Bertempat di Hotel Alana Solo, uji validasi terakhir ini diikuti oleh peneliti, akademisi, praktisi dari Kementerian Agama dan Dinas Pendidikan.

Kepala BLA Semarang, Dr. Samidi, S.Ag., M.S.I. mengatakan, pengembangan Kuttab ini merupakan tindak lanjut dari penelitian yang dilakukan oleh BLA Semarang pada tahun 2019. Kegiatan pengembangan ini melihat posisi kuttab yang turut andil mencerdaskan anak bangsa dan melaksanakan pendidikan agama.

“Hasil dari pengembangan model pengelolaan pendidikan agama pada kuttab akan dilaporkan kepada Badan Litbang Pusat agar bisa menjadi dasar pengambilan kebijakan dalam arah perbaikan kuttab,” kata Samidi.

Samidi berharap, pada uji validasi ke-3 peserta dapat memberikan masukan secara substantif terhadap model yang sedang dikembangankan BLA Semarang. Setelah 3 kali diujivalidasikan, model ini diharap bisa final.

Arus Kebangkitan

Dr. Ahwan Fanani, M.Ag., dosen UIN Walisongo Semarang, selaku narasumber mengatakan bahwa kuttab di masa kini menjadi bagian dari dua arus. Di satu sisi ia mengikuti arus revitalisasi warisan klasik islam, dan di sisi lain ia bertumbuh searus dengan kesadaran beragama yang mencuat sejak akhir 1980an.

Menurut Ahwan, pada masa lalu kuttab adalah jenjang pendidikan sebelum madrasah atau pra pendidikan mandiri. Pendidikan pada kuttab terfokus pad abaca tulis Al-qur’an.

“Kekuatan kuttab saat ini adalah dia menjadi core business yang spesifik, memiliki keyakinan  dan kekuatan visi, fleksibilitas struktur, dan pengelolaan terpusat,” kata Ahwan.

Namun, kuttab tidak lepas dari tantangan. Di antaranya tantangan atas multikulturalisme dan pasar bebas yang menjadi tuntutan di era modern. Selain itu kuttab juga memiliki segmen yang terbatas dan persoalan operasional kelembagaan yang belum final. (syafa)


Sumber : Balai Litbang Agama Semarang

Penulis : Musafak

Editor : Musafak

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP