Top
    bla_semarang@kemenag.go.id
024 7601327
Koordinasi Lembaga Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah

Koordinasi Lembaga Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah

Kamis, 17 September 2020
Kategori : berita
11 kali dibaca

Kegiatan ini salah satu dari pengembangan penelitian dari Balai Litbang Agama Semarang. Kegiatan ini dilandasi dari penelitian tahun 2018. Pada penelitan itu terdapat lembaga pengelola zakat, Infak, dan Sedekah  yang masih kurang terkoordinir. Maka, kita petakan model pengelolaan hal tersebut, sekaligus “menggodok” draft model tersebut.  Hal ini disampaikan oleh Dr. Samidi, S.Ag, M.Si dalam kegiatan Uji Validasi Ke-1 Penyusunan Model Koordinasi Lembaga Pengelolaan Zakat, Infak dan Sedekah di Hotel Alana (17/20).

Dihadiri oleh beberapa undangan dari lingkungan BAZNAZ, Penyuluh agama dan beberapa dari Lembaga Terkait serta tim Bimas Agama dan Keagamaan dari BLA Semarang

Kebijakan Kementerian Agama

Bangsa ini sepakat untuk mencapai masa depan, minimal kegiatan yang terkoordinasi 5 tahunan. Dengan  pemilihan umum. Lalu menyampaikan gagasan dalam 5 tahun kedepan yang paling baik ke masyarakat. Dari waktu ke waktu koordinasi masih lemah ( Secara nasional) kecenderungan  bekerja sendiri sendiri masih banyak.

Dalam paparannya H. Musta’in Ahmad. SH., MH. yang menjabat Kepala Kanwil Kementerian Agama Prov Jawa Tengah mengatakan, suasana kebatinan kita diliputi perasaan bersyukur. Karena bangsa kita  semakin membaik. Masjid kita tambah makmur. Tahun demi tahun zakat semakin membaik.berkali-kali lipat. Haji Meningkat. Data-data menunjukan peningkatan kemakmuran dalam masyarakat.

Data-data tersebut akan kurang bermanfaat jika tidak di kelola dengan baik.  “Kebaikan itu jika tidak kelola dengan baik, akan di kalahkan dengan kebatilan yang dikelola dengan baik”.

Ada regulasi yang ada dalam badan BAZ yang di sebut LAZ. Sesungguhnya  subsitem dari BAZ itu adalah LAZ. Seringkali kita berhadapan masyarakat bergerak jauh  lebih cepat bentukan masyarakat. Tugas pemerintah melayani kecepatan demokrasi di dalam masyarakat. Di instansi, di masjid, maupun keanekaragaman lingkungan yang lain. Jika masjid mempunya UPZ kita melindungi takmir dari hal yang tidak diinginkan.

Harapannya adalah keseimbangan antar elemen. Koordinasi tidak hanya dengan internal, tapi secara external juga.  Ada 4 hal yang diperhatikan, di kembangan dan  di kuatkan.

  1. Kesadaran untuk saling membutuhkan, bekerjasama, kebutuhan dalam kesatuan  dan persatuan.
  2. Semangat untuk berlomba mengembangkan kebaikan di bidang masing-masing.
  3. Spirit Team ( Semangat bersama untuk menuju kesatuan besama)
  4. Jiwa korsa. Rasa bersatu dan bersemangat.

JIka hal tersebut tumbuh berkembang dengan baik, itu tidak akan berubah menjadi kolusi. Semoga lembaga-lembaga pengelola zakat, infak dan sedekah dapat amanah dalam mengelola titipan dari masyarakat, serta memakmurkan masyarakat itu sendiri.


Sumber : blasemarang

Penulis : adminblas

Editor : adminblas

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP