Top
    bla_semarang@kemenag.go.id
024 7601327
BLAS Teliti Otoritas Sumber Keagamaan di Dunia Nyata dan Maya

BLAS Teliti Otoritas Sumber Keagamaan di Dunia Nyata dan Maya

Selasa, 26 Januari 2021
Kategori : berita
26 kali dibaca

(Semarang, 26 Januari 2021) setelah minggu lalu menggelar acara penyusunan Desain Operasional Penelitian, Bidang Bimas Agama dan Layanan Keagamaan Balai Litbang Agama Semarang kembali mengadakan kegiatan untuk persiapan penelitian tahap I tahun anggaran 2021. Kegiatan kali ini berjudul “Pembahasan Desain Operasional” untuk penelitian Otoritas Sumber Keagamaan Moderat di Era Disrupsi.

Acara penyusunan desain operasional ini diadakan pada @HOM Hotel Semarang. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh peneliti bidang Bimas, tim administrasi bidang Bimas. Turut hadir pula perwakilan dari Kementerian Agama Kota Semarang, Universitas Wahid Hasyim Semarang, dan Prima DMI Jawa Tengah. Dan adapun selaku narasumber pada kegiatan kali ini adalah Prof. Abu Rokhmad dari MUI jawa Tengah.

Kepala Balai Litbang Agama Semarang, Dr. Samidi mengungkapkan bahwa kegiatan penelitian ini nantinya tetap berorientasi pada “Moderasi Beragama” yang sudah digalakkan oleh Menteri Agama H. Lukman Hakim  Saifuddin. “Kajian penelitian meliputi sumber otoritas keagamaan, materi kemoderatan , moderat di era disrupsi”, ungkap Samidi.

Samidi juga mengungkapkan bahwa penelitian kali ini menggunakan media baru yang disebut dengan “Drone Emprit”. “Fungsinya untuk pemetaan di dunia maya dengan metode pencarian nama tokoh-tokoh keagamaan tersebut”, papar Samidi.

Samidi berpesan agar penelitian kali ini tidak hanya di dunia maya saja, namun juga di dunia nyata seperti apa tokoh tersebut dan harus memiliki data yang valid di lapangan untuk laporan penelitian nantinya. “Otoritas sumber keagamaan ini mengacu kepada tokoh-tokoh keagamaan yang eksis di dunia nyata dan di dunia maya, Bahkan ada kyai-kyai di kampung ada yang eksistensinya bagus di dunia nyata,banyak jamaah pengikutnya namun belum dipublis di dunia maya, begitu pula sebaliknya” pungkas Samidi. (BLAS/Ry*)


Sumber : Balai Litbang Agama Semarang

Penulis : Ryo Yudowirawan

Editor : Ryo Yudowirawan

Berita Terkait

BERITA POPULER
BERITA TERBARU
ARSIP