Pengawas Dorong Kemajuan Madrasah

0
51

Balai Litbang Agama (BLA) Semarang menggelar diseminasi hasil penelitian berjudul “Peran Pengawas dalam Meningkatkan Kualitas Pendidikan Madrasah di Jatim, DIY, dan Bali” di Hotel Grand Dafam Rohan, Bantul, Senin 10 Februari 2019. Seminar tersebut dihadiri oleh sejumlah pengawas madrasah dan kepala madrasah dari Kabupaten Bantul dan Kota Yogyakarta.

Drs. Wahab, M.Pd. selaku peneliti bidang Pendidikan Agama dan Keagamaan memaparkan hasil penelitian yang dilakukan BLA Semarang pada tahun 2019 tersebut. Hasil penelitian berhasil mengungkap bahwa kualitas madrasah di D.I. Yogyakarta termasuk kategori baik. Hal itu tidak lepas dari peran pengawas madrasah.

“Kualitas madrasah tersebut terdapat andil supervisor yang diwujudkan melalui intensitas pembinaan, pembimbingan. Selain itu juga pemantauan terhadap para pendidik, yaitu supervisi akademik, maupun kepala atau lembaga secara umum, itulah supervisi manajerial,” kata Wahab.

Wahab menambahkan, peran pengawas dalam supervisi akademik terlihat dari intensitasnya melakukan pengawasan pada madrasah binaan. Supervisi akademik terkait pengembangan silabus, penyusunan perangkat pembelajaran, uji publik kurikulum, dan pembimbingan lainnya.

Sedangkan supervisi manajerial dapat dilihat dari perannya melakukan pemantaun, pembinaan, dan memberikan saran terhadap para kepala madrasah untuk meningkatkan kompetensinya sebagai pendidik, manajer, supervisor, administrator, pemimpin, inovator, dan motivator. Peran pengawas juga sangat krusial menjelang akreditasi ulang madrasah.

Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Bantul Drs. Imam Buchori, M.Pd.I. yang didapuk sebagai narasumber seminar mengaku bangga atas peran serta pengawas dalam meajukan madrasah, khususnya pengawas madrasah di Bantul. Menurut Buchori, hasil kerja pengawas di Bantul sangat menggembirakan. Pengawas ikut mendorong madrasah menjadi lebih maju.  

“Kami bersyukur, karena sekalipun dalam keterbatasan, pengawas pendidikan madrasah telah dapat melaksanakan tugasnya dengan sangat baik, terutama dalam ikut serta mendorong kemajuan madrasah melalui supervisi akademik dan manajerial,” kata Bukhori.

Bukhori juga mengungkap bahwa minat masyarakat terhadap madrasah semakin meningkat karena madrasah berkembang dengan baik. Bisa dilihat dari jumlah siswa madrasah aliyah di Bantul 4 tahun terakhir, yakni pada 2016 berjumlah 2291siswa, 2017 berjumlah 2292 siswa, pada 2018 berjumlah 2307 siswa, pada 2019 berjumlah 3885 siswa.

“Minat warga masyarakat menyekolahkan putra-putrinya di madrasah mengalami peningkatan yang menggembirakan, bahkan banyak madrasah yang daya tampungnya tidak memadai karena keterbatasan fasilitas,” kata Bukhori.

Tren positif tersebut, kata Bukhori, tidak lepas dari peran pengawas dalam ikut serta mendorong kemajuan madrasah. Ditegaskan Bukhori, peran pengawas itu telah terbukti dalam hasil penelitian yang dilakukan oleh Balai Litbang Agama Semarang dengan nilai yang memuaskan. [syafa’]