Moderasi di Kalangan Milenial Garapan Strategis

0
65

Moderasi beragama bagi kalangan generasi milenial merupakan isu yang strategis. Belum banyak pihak menggarap isu moderasi dan toleransi di kalangan ini.

Hal itu disampaikan oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama Prof. Abdurrahman Mas’ud, M.A., Ph.D. ketika membuka kegiatan Pengujian Draf Final II Pedoman Moderasi Agama Generasi Milenial Melalui Vlog yang digelar oleh Balai Litbang Agama (BLA) Semarang, Selasa 19 November 2019, di Hotel Alana Solo. Kepala Badan menyampaikan pentingnya moderasi agama di kalangan generasi milenial di hadapan para pelajar SMA dan mahasiswa, ormas, dan stakeholder lainnya.

Menurut Mas’ud, generasi milenial juga tidak lepas dari paparan ide-ide radikalisme dan intoleransi. Sejumlah survei dan penelitian menunjukkan bahwa sebagian kelompok muda (siswa/mahasiswa) setuju menjadikan Indonesia sebagai negara Islam (khilafah). Selain itu juga mengafirmasi jihad sebagai jalan penagakan khilafah.

“Hasil penelitian PPIM UIN Jakarta pada tahun 2017 menyatakan bahwa 58,5% mahasiswa/siswa memiliki pandangan keagamaan pada opini radikal,” kata Mas’ud.

Karena itu kegiatan moderasi beragama bagi generasi milenial memiliki arti penting. Kita harus memberbanyak narasi kerukunan, perdamaian, dan kehidupan yang nir kekerasan.

Mas’ud pun mengapresiasi pengembangan video blog (vlog) sebagai media kampanye moderasi. Karena hal itu sesuai dengan kadar kehidupan generasi milenial.

“Sekarang ini generasi milenial hidup di era media sosial. Karenanya edukasi moderasi perlu dilakukan melalui media sosial. Kita harus memberikan pemahaman sebagaimana kadar pemikiran dan kebiasaan mereka,” katanya.

Mas’ud menambahkan, sekarang ini media-media keagamaan didominasi oleh kelompok yang cenderung intoleran. Kondisi tersebut harus di-counter dengan ide-ide keagamaan yang moderat dan toleran untuk menjaga kebhinnekaan bangsa Indonesia. Salah satunya melalui video atau konten-konten moderasi.

Kepala BLA Semarang Dr. Samidi, M.S.I. mengatakan bahwa kegiatan yang sedang dilaksanakan ini merupakan pengembangan moderasi yang menyasar generasi milenial. Selain menyusun buku panduan moderasi agama bagi kalangan milenial, kegiatan pengembangan ini juga menghasilkan karya-karya vlog yang memuat pesan-pesan moderasi.

“Untuk generasi milenial, kampanye moderasi agama lebih mudah menggunakan video daripada teks-teks biasa,” kata Samidi. [syafa’]