Menag Lukman: INCRE Diharapkan Menghasilkan Program Nyata

0
52

Tangerang Selatan (8 Oktober 2019). “International Conference on Religion and Education tahun 2019 ini diharapkan menghasilkan ide-ide terbaik untuk program-program nyata di Kementerian Agama,” kata Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Hal tersebut dikemukakan ketika membuka acara konferensi internasional tentang agama dan pendidikan yang pertama di Santika Premier Bintaro, Tangerang Selatan, pada 8 Oktober 2019.

Selanjutnya Menag Lukman mengatakan bahwa pendidikan adalah cara yang terbaik untuk menebarkan pandangan tentang nilai-nilai luhur agama. Pendidikan juga memberikan pandaun cara kita beragama.

Revitalisasi Fungsi dan Nilai Luhur Agama

Terkait dengan peran pendidikan dalam menyebarkan nilai-nilai luhur agama, Menag mengajukan tiga fungsi dan nilai penting agama yang harus terus dijadikan tolok ukur beragama. Diharapkan ketiga fungsi ini terus dikembangkan dalam dunia pendidikan di Indonesia yang tengah menghadapi kompleksitas kehidupan di era disrupsi.

Fungsi pertama adalah agama untuk memuliakan harkat dan martabat kemanusian. Fungsi dan nilai ini tentu menjadi nilai yang universal di setiap agama. Kedua, agama senantiasa memiliki ajaran untuk tunduk pada kesepakatan yang telah dibuat. Hal ini menandakan bahwa agama memberikan basis nilai pada konsesus sosial dalam berbangsa dan bernegara. Ketiga, agama mewujudkan ketertiban sosial. Apapun agamanya akan senantiasa mengajarkan nilai-nilai untuk menjaga kedamaian melalui ketertiban sosial.

INCRE, lanjut Lukman, dapat menjadi ajang diskusi dan berbagi gagasan untuk tetap mempertimbangkan tiga nilai luhur agama tersebut, agar tetap dipahami dan dipraktikan oleh umat.

Presentasikan 80 Makalah

INCRE sendiri adalah konferensi internasional yang mendiskusikan masalah agama dan pendidikan. INCRE pertama ini mengambil tema “How  Religion and Education  Contribute to the Contemporary World with Its Complexicity ?” Bagaimana  kontribusi agama dan pendidikan dalam permasalahan dunia kontemporer yang kompleks.

Acara ini diselenggarakan oleh Puslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama. Acara berlangsung selama tiga hari, yakni 8-10 Oktober.

Ada 80 makalah yang dipresentasikan dalam ajang konferensi internasional ini. Ada empat masalah utama yang menjadi perhatian dalam acara ini, yakni pemikiran pendidikan, pendidikan dalam praktik, agama dan perubahan sosia, serta literatur pendidikan keagamaan.

Acara pembukaan selain dihadiri oleh Menteri Agama, juga dihadiri oleh Kepala Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama, Abdurrahman Mas’ud, Kapuslitbang Pendidikan Agama dan Keagamaan, Amsal Bakhtiar, serta para pejabat eselon dua lainnya.

Peserta berasal dari beberapa negara, terutama dari 10 negara ASEAN, Tunisia, dan negara lainnya, selain juga para peneliti dan dosen di Indonesia, termasuk para peneliti Badan Litbang dan DIklat Kementerian Agama. Balai Litbang Agama Semarang sendiri menampilkan 4 makalah yang dipresentasikan oleh para penelitinya, yakni Mulyani Mudis Taruna, AM. Wibowo, Mustolehudin, dan Agus Iswanto.