BLA Semarang Layani Pendampingan Riset Mahasiswa

0
24

Kepala Balai Litbang Agama (BLA) Semarang Dr. Samidi, S.Ag., M.S.I. mengatakan siap melakukan pendampingan riset kepada mahasiswa. Pendampingan dalam bentuk bimbingan penyusunan proposal, presentasi, dan penelitiannya.

Hal itu disampaikan Samidi dalam kegiatan Survey Zona Integritas di Aula Kantor Fakultas Ushuluddin dan Humaniora UIN Walisongo Semarang, 27 September 2019. Kegiatan survey tersebut dilaksanakan selama 2 hari dengan melibatkan 80 mahasiswa FUHUM. Peserta atau responden dimintai pendapat terkait pelayanan BLA Semarang kepada masyarakat.

Samidi mempersilahkan mahasiswa FUHUM untuk mengakses pelayanan yang bisa diberikan oleh BLA Semarang terkait pengembangan kemampuan riset mahasiswa. Selama ini BLA Semarang sudah melaksanakan pelayanan tersebut dalam bentuk pembimbingan mahasiswa PPL atau KKN dari berbagai universitas seperti IAIN Kudus, IAIN Salatiga, IAIN Surakarta, dan UNS.

“Khusus untuk mahasiswa FUHUM, kami bisa memberikan pelatihan penelitian filologi. Kami memiliki ratusan inventarisasi naskah keagamaan yang bisa diteliti. Saat ini naskah-naskah kuno tersebut sedang direpositori atau didigitalkan agar lebih mudah diakses masyarakat,” kata Samidi.

Samidi menambahkan, mahasiswa juga bisa memanfaatkan pelayanan referensi untuk keperluan studi atau penelitian skripsi. Perpustakaan BLA Semarang memiliki ribuan koleksi hasil riset dan jurnal yang bisa diakses untuk referensi.

Dekan FUHUM Dr. Hasyim Muhammad, M.Ag., merespon positif upaya BLA Semarang mendampingi penelitian mahasiswa. Dia mengatakan bahwa pendampingan riset mahasiswa oleh BLA Semarang merupakan wujud dari kerjasama yang semakin intensif. Belum lama ini BLA Semarang telah melakukan pelatihan penelitian filologi kepada mahasiswa FUHUM.

“FUHUM dan BLA Semarang sudah menjalin kerjasama cukup lama. Dengan Kepala BLA Semarang yang juga alumni Fakultas Ushuluddin sekarang ini, mudah-mudahan kerjasama bisa semakin intens. Mudah-mudahan bisa memberikan banyak kontribusi bagi pengembangan FUHUM dan Balitbang Agama Semarang,” kata Hasyim. [syafa’]