BLA Pamerkan Hasil Kelitbangan di Event Ekspos Badan Litbang

0
29

Balai Litbang Agama (BLA) Semarang menjadi partisipan dalam Ekspos Badan Litbang dan Diklat Tahun 2019. Kegiatan pameran hasil kelitbangan dan kediklatan ini dihelat oleh Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama di Auditorium K.H. M Rasjidi Gedung Kementerian Agama Jl. M.H. Thamrin, Jakarta, 24 September 2019.

Produk kelitbangan yang turut dipamerkan oleh BLA Semarang meliputi Jurnal Analisa, Jurnal SMART, buku bunga rampai pendidikan keagamaan, kehidupan keagamaan, dan kelekturan, serta prosiding dan monograf. Ratusan tamu undangan yang mewakili kementerian/lembaga, organisasi masyarakat, dan perguruan tinggi mengunjungi stand BLA Semarang.

Menteri Agama (Menag) H. Lukman Saifuddin didampngi Kepala Badan Litbang dan Diklat Prof. H. Abdurrahman Mas’ud pun menyambangi Stand BLA Semarang. Keberadaan Jurnal Analisa yang telah dinobatkan sebagai jurnal bereputasi internasional oleh LIPI menyita perhatian Menag.

Kebijakan Keagamaan Berbasis Hasil Kelitbangan

Event ekspos hasil kelitbangan dan kediklatan ini mengangkat topik “Meneguhkan Peran Litbang dan Diklat Menuju SDM Unggul dan Indonesia Maju”. Topik ini merupaan respon dari kegelisahan terkait kompleksitas permasalahan dan tantangan kehidupan beragama di Indonesia di era disrupsi sekarang ini.

Hasil-hasil kelitbangan sangat dibutuhkan sebagai bahan penyusunan kebijakan pemerintah di bidang kehidupan keagamaan. Karena kebijakan sudah semestinya didasarkan data-data yang akurat dan bukti-bukti atau eviden yang memadai.

“Agar kehidupan keagamaan bangsa Indonesia itu tidak hanya dapat kita jaga dan pelihara sebaik-baiknya. Akan tetapi juga bisa kita kembangkan sesuai dengan konteks yang dihadapi mansyarakat Indonesia dan masyarakat dunia saat ini,” kata Menag.

Menag pun mengapresiasi sejumlah inovasi produk Bada Litbang dan Diklat. Di antaranya aplikasi Al-Qur’an Digital dan Al-Qur’an Kemenag In Word yang dibuat oleh Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an. Serta penelitian terkait moderasi beragama yang dilakukan oleh Puslitbang dan Balai Litbang Agama.

Senada dengan hal tersebut, Abdurrahman Mas’ud mengatakan bahwa kelembagaan Badan Litbang dan Diklat memiliki dua peran penting dan strategis. Pertama, melaksanakan penelitian dan pengembangan (litbang) rangka menyediakan data dan informasi hasil penelitian dan pengembangan bagi seluruh pemangku kepentingan di lingkungan Kemenag untuk pembuatan kebijakan. Kedua, menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (diklat) bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama dalam rangka pengembangan SDM ASN Kemenag.

Pada tahun 2019 dilakukan banyak penelitian untuk mendukung Indikator Kinerja Utama (IKU) Kementerian Agama. Antara lain penelitian indeks kerukunan umat beragama (KUB), indeks kesalehan sosial, indeks layanan KUA, survei kepuasan haji dalam negeri, indeks layanan keagamaan, dan indeks integritas siswa.

“Selain itu, dilakukan pula penelitian tentang moderasi beragama masyarakat menengah muslim, dan penelitian tentang tata kelola jaminan produk halal di Pasar Rakyat,” ungkapnya.

Selain Menag dan Kepala Badan Litbang dan Diklat, kegiatan ekspos tersebut juga dihadiri sejumlah pejabat Eselon I dan II di lingkungan Kemenag dan 500 tamu undangan dari 43 kementerian/lembaga, ormas keagamaan, dan perwakilan sejumlah perguruan tinggi. [roksi dan syafa’]