Memajukan Bangsa dengan Semangat Holopis Kuntul Baris

0
56

Balai Litbang Agama (BLA) Semarang melaksanakan Upacara Bendera Memperingati Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-74. Upacara bendera yang digelar di halaman kantor pada hari Sabtu tanggal 17 Agustus 2019 itu diikuti oleh semua pegawai dan mahasiswa PPL.

Kepala BLA Semarang Dr. Samidi, M.S.I. bertindak sebagai inspektur upacara. Dalam amanatnya ia membacakan Sambutan Gubernur Jawa Tengah pada Upacara Peringatan Proklamasi Kemerdekaan ke-74.

Poin pokok dalam amanat tersebut adalah kebersamaan dan persatuan. Semangat holopis kuntul baris sangat ditekankan untuk mengejar kemajuan seperti yang telah dicapai oleh bangsa-bangsa lain.

“Gotong-royong adalah pembantingan – tulang bersama, pemerasan-keringat bersama, perjuangan bantu-binantu bersama. Amal semua buat kepentingan semua, keringat semua buat kebahagiaan semua. Ho-lopis-kuntul-baris buat kepentingan bersama!”

Kebersamaan dan persatuan adalah kekuatan bangsa Indonesia untuk menghadapi perubahan. Impian bangsa untuk memiliki gold generation pada tahun 2040 bisa ditempuh jika kita mampu membekali anak-anak bangsa dengan ilmu pengetahuan dan toleransi.

Indonesia sebagai bangsa besar tidak luput dari goncangan sosial politik seperti separatism dan radikalisme. Semua itu bisa diredam dan dikendalikan berkat Pancasila yang merupakan falsafah hidup bangsa.

“Jangan lagi ada niatan mengganti ideologi bangsa, jangan lagi ada ungkapan, ‘Ah kamu Batak, ah kamu Irian, ah kamu Bugis, ah kamu Sunda, ah kamu Madura, ah kamu Jawa.’ Jangan lagi ada. Perbincangan kita harus melompat jauh ke depan.”

Perbedaan suku dan agama bukanlah hambatan untuk memajukan bangsa. Pasalnya kemerdekaan Indonesia lahir berkat perjuangan para pahlawan Agustinus Adisucipto, Albertus Soegijapranata, Letjen Gatot Subroto, I Gusti Ngurah Rai, Untung Suropati, KH Ahmad Dahlan, dan KH Hasyim Asy’ari. Mereka semua berbeda suku dan agama, tapi berjuang bersama tegaknya kedaulatan bangsa.

Upacara bendera HUT RI ke-74 ini merupakan momentum untuk menyegarkan kembali kita semangat nasionalisme dan persatuan. Seluruh pegawai BLA Semarang diseru untuk memperkuat jalinan agar ikatan tidak ambyar (tercerai berai). (syafa’)