BLAS menuju Repository Digital

0
82

Kegiatan rangkaian “Inventarisasi Naskah” yang telah di laksanakan peneliti BLAS dengan lokasi Bali dan Madura berlanjut di Hotel Pandanaran Semarang (23/7). Upaya mematangkan program tersebut mengundang praktisi dari UDINUS, Abu Salam M.Kom.

Dalam paparannya beliau memberi pandangan tentang repository serta kebutuhan yang diperlukan. Arti singkat repository adalah tempat penyimpanan. Biasanya berkaitan erat dengan Institusi. Universitas dan Perpustakaan biasanya telah membuat repository ini. Isinya dapat berupa digital dari dokumen, buku, naskah, hingga audio video. Persiapan yang perlu dilakukan memang khusus. Karena membutuhkan software dan hardware dalam membangunnya.

Perangkat lunak ini terbagi dua, Open Access dan Close Access. Open Access merupakan software terbuka, memungkinkan banyak orang mengembangkan sebuah software tersebut. Biasanya bersifat gratis untuk memanfaatkannya, tentunya adapun yang berbayar. Sedang aplikasi Close Access merupakan software tertutup dalam pengembangannya. Hanya pembuat software yang berhak untuk mengembangkannya. Biasanya untuk menggunakan harus membayar license.

Jenis aplikasi terbuka banyak macamnya. Sudah digunakan Institusi besar. Dapat menjadi pertimbangan BLAS untuk memilih jenis software ini. Kecocokan dengan berbagai macam  hardware juga menjadi nilai lebih jenis software ini. Kehandalannya pun tidak diragukan.

Jika ingin memilih pihak ketiga, atau dapat dikatakan membeli sebuah software yang sesuai dengan keinginan kita, itu dapat di pertimbangkan. Tentunya dengan perhitungan biaya dan waktu. Tidak serta-merta hasil yang telah jadi akan bertahan lama dan ter-update sesuai perkembangan teknologi informasi. Itu semua bergantung dengan vendor yang membuat perangkat lunak tersebut.

Pengembangan repository memang harus di mulai jika ingin meningkatkan manfaat informasi yang di berikan ke publik. Sumber Daya Manusia di bidang Teknologi Informasi sangat diperlukan. Lebih baik lagi di bentuk tim khusus untuk mengerjakan dan mengembangkannya. (*krt)