Tindak Lanjuti Temuan di Madura, BLAS Ajak Seluruh Pihak Lestarikan Naskah

0
163

Pamekasan (09/07). Bertempat di Hotel Front One Pamekasan, Madura (09/07), Balai Litbang Agama Semarang selenggarakan Focus Group Discussion (FGD) Pengumpulan Literatur Workshop Repositori Onlin Naskah Keagamaan Madura. Kegiatan diikuti oleh perwakilan pemilik naskah serta perwakilan dari Kankemenag Kabupaten Sampang, Kabupaten Sumenep dan Kabupaten Pamekasan.

Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan penyusunan repositori onlin naskah keagamaan Madura yang diinisiasi oleh Balai Litbang Agama Semarang. Tujuan dari pelaksanaan kegiatan ini salah satunya adalah sebagai upaya pelestarian naskah keagamaan yang dikarang oleh para ulama pendahulu negeri ini yang masih dimiliki oleh masyarakat.

Pada kesempatan ini, Aris Hidayat, Koordinator Peneliti bidang Lektur dan Khazanah Keagamaan  mengajak seluruh stake holder untuk melestarikan naskah keagamaan yang terdapat di Pulau Madura. “Kami mengundang bapak dan ibu kesini, dalam rangka mengajak para peserta untuk melestarikan karya-karya naskah para ulama pendahulu kita”,  ujarnya.

Secara substantive, sejak tahun 2016 Balai Litbang Agama Semarang telah melakukan inventarisasi naskah-naskah keagamaan yang etrdapat di Pulau Madura. “Kami menemukan lebih dari 500 naskah yang tersebar di empat kabupaten/kota di Pulau Madura” demikian disampaikan Lukluil Maknun, Ketua Tim Penyusunan Repository Online.

Dari 500 lebih naskah tersebut, sampai dengan saat ini sudah dikodifikasi dan dicetak dalam bentuk buku sebanyak dua jilid. “Penyusunan repository online merupakan tindak lanjut agar memiliki kemanfaatan yang lebih luas” sambung Lukluil.

Dalam paparanya, Lukluil menyampaikan bahwa setidaknya terdapat tiga tujuan utama penyusunan Repository Online. Pertama, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi media penyimpanan dan pelestarian khazanah naskah keagamaan. Kedua, menyediakan akses terbuka atau online naskah-naskah keagamaan Madura, dan ketiga, kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kemanfaatan hasil penelitian dan pengembangan yang dilaksanakan oleh Balai Litbang Agama Semarang.[AGS]