Berbeda Dengan Keris, Naskah Jangan Hanya Dilihat!

0
90

Pamekasan (09/07). “Saya mengapresiasi apa yang dilakukan oleh Balai Litbang Agama Semarang. Karena Apa, karena semua orang bisa mengakses dan tidak menghilangkan identitas naskah itu sendiri” demikian disampaikan KH. Nur Kholis, peserta FGD Pengumpulan Literatur Workshop Repositori Online Naskah Keagamaan Madura.

KH Nur Kholis merupakan salah satu pemilik naskah yang tinggal di pamekasan. Dalam sesi diskusi, beliau menyampaikan banyak apresiasi serta harapan atas dilaksanakannya kegiatan ini. Menurutnya, kegiatan ini sudah selayaknya dilaksanakan dan terus dikembangkan. Karena di banyak Negara, repository online naskah-naskah juga telah dilaksanakan. “Di India, saya pernah melihat di webstie bahwa mereka juga telah mengonlinekan naskah-naskahnya. Demikian juga di Arab Saudi” ujarnya. “Oleh karenanya, apa yang dilakukan ini sangat baik”, lanjutnya.

Lebih lanjut beliau meminta disusun rencana tindak lanjut atas pelaksanaan kegiatan ini. “Berbeda dengan keris, naskah jangan hanya dilihat saja. Tetapi harus dibaca dan dikaji isinya. Karena didalam naskah kalau kita kaji isinya, banyak menyimpan potensi pengetahuan yang bisa kita gali” jelas KH. Nur Kholis.

Apresiasi serta harapan juga disampaikan oleh peserta lain. Muhammad Hariri dari Kemenag Kabupaten Sumenep menyampaikan bahwa kegiatan semacam ini perlu dilestarikan. “saya berasal dari kepulauan di Madura, saya yakin banyak naskah yang tersimpan di kepulauan-kepulauan Madura. Saya berharap peneliti bisa melakukan inventarisasi naskah di kepulauan Madura” harapnya.[AGS]