Persepsi Masyarakat Implementasi Nilai Budaya Kerja dalam Pelayanan Ibadah Haji di D.I.Yogyakarta

0
48

Rangkaian acara seminar hasil kedua masih sama dilaksanakan di Hotel Aston inn Pandanaran Semarang (8/15). Diikuti oleh sekitar 80 peserta, sebagian dari peneliti dan tamu undangan dari beberapa  instansi dari wilayah Yogyakarta.

Rosidin peneliti BLA Semarang yang mewakili tim peneliti mengatakan,” Kenapa topik ini dibuat? karena haji menjadi sorotan dalam masyarakat. Seperti dana haji berbanding lurus dengan pelayanan yg diberikan kepada jamaah”. Di dalam paparannya, survai kepuasan pelayanan ibadah haji  sebesar 84,85%. Keberhasilan ini didukung banyak faktor dari sarana dan prasarana dan SDM (petugas). Hal ini berkaitan dengan budaya kerja yang memang selalu di tanamkan di lingkungan Kementerian Agama. Budaya ini melingkupi pelayanan publik, budaya kerja dalam pelayanan haji dan budaya dalam bekerja itu sendiri.

Beberapa point yang di sampaikan pada pembuatan sample kuesioner merupakan jabaran dari 5 budaya kerja Kementarian Agama.

Nilai skor budaya kerja petugas haji Kemenag dalam perspektif jamaah haji di Yogyakarta sebesar 3,24 dengan predikat B termasuk baik. Untuk kedepannya tentunya perlu meningkatkan skor profesionalitas, inovatif dan tangungjawab serta mempertahankan skor aspek intergitas dan keteladanan. (krt)