“Bongkaran” yang Memiliki Nilai Ekonomis Harus Dilaporkan

0
409

Bongkaran sisa perawatan atau pemeliharaan gedung kantor yang notabene Barang Milik Negara (BMN) harus diperhatikan nilai ekonomisnya. Kalau memiliki nilai ekonomis maka harus dilaporkan kepada Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL).

“Karena untuk optimalisasi PNBP yang harus disetorkan kepada Negara, maka perlakuan bongkaran sisa pemeliharaan atau perawatan gedung juga harus sesuai mekanisme yang ada. Kalau barang bongkaran masih memiliki nilai ekonomis maka harus diajukan ke Tim Penlai KPKNL agar ditaksir nilainya,” kata Kepala Seksi PKN KPKNL Semarang Indah Murniati (30/05/2018).

Indah mencontohkan, kabel bekas bongkaran secara fungsional tidak memiliki nilai. Tetapi bagi kalangan tertentu kabel bekas memiliki nilai ekonomis. Seperti tembaganya yang memiliki nilai jual cukup tinggi.

“Kalau tidak memiliki nilai ekonomis seperti puing tembok, maka itu tidak perlu dilaporkan. Cukup membuat berita acara dan melampirkan foto dokumentasinya. Suatu saat kalau ada pemeriksaan cukup ditunjukkan berita acara dan dokumentasi itu,” tambahnya.

Indah menekankan pentingnya konsultasi dengan KPKNL terkait barang sisa bongkaran agar tidak terjadi masalah di kemudian hari. Hal ini sering diabaikan, tetapi bisa berakibat fatal. (sy)