Perayaan Waisak, Menag Tekankan Moderasi Beragama

0
321

Menteri Agama Lukman Hakim Saifudin menekankan moderasi agama dalam momentum Perayaan Hari Raya Tri Suci Waisak. Lukman menyatakan moderasi agama merupakan jawaban atas topik perayaan waisak tahun ini, yaitu berjuang mengalahkan ego (dalam beragama).

“Kembali saya ingin menegaskan akan pentingnya pemahaman atas moderasi dalam beragama. Kita harus semakin meneguhkan moderasi agama. Moderasi agama dalam arti bahwa agama tidak boleh dibawa kepada pemahaman dan bentuk pengamalan yang ekstrim,” kata Lukman.

Lukman menyeru agar semua bentuk pemahaman dan pengamalan keagamaan dikembalikan pada sisi-sisinya yang moderat. Karena melalui moderasi agama dapat ditumbuhkan kesadaran tertinggi sehingga ego dalam diri dapat terkikis.

Kesadaran tertinggi yang dimaksud adalah menyadari keberadaan Tuhan. Saat pemahaman ilmu dan pengetahuan semesta terbuka luas di dalam kepala, membuka lebar hati dan membentangkan pikiran tentang kebenaran yang sejati lalu, hingga semua itu melebur di setiap panca indera dan mendarah daging yang kemudian terekspresikan menjadi ucapan, sikap, dan perilaku akhlak mulia atau budi pekerti yang terpuji.

“Dengan  kesadaran akan keberadaan Tuhan, kita semua dapat bangkit dari keterpurukan moral dan spiritual untuk kemudian menjadi manusia yang berkarakter mulia,” tambah Lukman.

Kaitannya dengan Waisak, menurut Lukman Buddhisme mengajarkan banyak pemgetahuan dan keterampilan penting, seperti hidup berkesadaran, kepedulian terhadap lingkungan, dan kebutuhan untuk melindungi generasi yang akan datang. (sy/mlk)