Seminar Hasil Penelitian: Urgensi Pendidikan Kesehatan Reproduksi pada Siswa SMA di Bali, NTB, dan D.I. Yogyakarta

0
18

Semarang ( BLASemarang) – Koeswinarno selaku Balai Penelitian dan Pengembangan Agama Semarang kembali membuka acara seminar hasil penelitian yang dilaksanakan di Hotel Grand Wahid Salatiga, Senin (07/05).

Kegiatan ini akan menyajikan dua hasil penelitian yaitu. Pertama, Penelitian Pendidikan Karakter Berbasis Tradisi Lisan di Bali. Kedua, Lapangan Penelitian Urgensi  Pendidikan Kesehatan Reproduksi dalam Penanggulangan Dekadensi Moral Generasi Muda di Bali, NTB, dan D.I.Yogyakarta.

Banyak tradisi lisan yang tersebar di masyarakat, seperti cerita tangkupan perahu tidak ketahui siapa pengarangnya, kemudian beberapa keragaman budaya yang ditiru bahkan diklaim, ketika itu masyarakat baru merasa memiliki. Jika masyarakat tidak memperdulikannya, pelan-pelan tradisi lisan akan ikut sirna.

Derasnya teknologi memudahkan pelajar bebas mengakses situs-situs pornografi, tak bisa disalahkan karena orang tua memberikan fasilitas smartphone,misalnya. Di perparah lagi orang tua tidak bisa memantaunya karena orang tua kurang paham fungsi media teknologi. Hal ini lah menjadi tugas berat guru Agama untuk mengontrolnya.

Kabit PAIS Kanwil Kemenag Provinsi Jawa Tengah Bapak Imam Bukhori  dalam sambutanya menambahkan Guru PAI yang profesional adalah guru yang sukses dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dibidang Pendidikan Agama Islam, salah satu caranya sering pemanfaatan  “Ngopi” (Ngobrol Pendidikan Islam). Kegiatan Ngopi, bukan saja GPAI PNS yang diperhatikan untuk menjadi guru tetap, tetapi GPAI Non PNS pada sekolah umum juga mendapat perhatian dengan mendapat insentif dari Kemenag Kab/Kota.

Semoga kegiatan workshop yang berlangsung dari tanggal 7 s.d 9 Mei 2018 ini mendapatkan hasil yang maksimal. (blas)