Lebaran: Momen Tepat Saling Memaafkan

0
215

Semarang (12 Juli 2016).”Halah bi halal, secara bahasa artinya adalah melepas. Makanya halal bi halal itu maknanya lebih dalam dari sekedar memaafkan” ujar KH. Abdul Rohim. “Karena kalau hanya sekedar memaafkan, kadang masih ada rasa jengkel. Sementara kalau saling melepaskan, maka kita tidak hanya memaafkan, tetapi juga merelakan segala yg terjadi” lanjutnya.

Hal ini disampaikan oleh KH.Abdul Rohim di acara pembinaan pegawai sekaligus halal bi halal keluarga besar pegawai Balai Litbang Agama Semarang. Acara yang dilaksanakan di aula kantor BLA Semarang (12/7) diikuti oeh keluarga besar pegawai aktif.

Selain itu, acara ini juga dihadiri oleh mantai pegawai BLA semarang, baik yang sudah purna tugas maupun berpindah tugas ke tempat lain. hadir mantan Kasubbag Tata Usaha, Sukamdo serta Maskuri.

Dalam tausiahnya, KH. Abdul Rohim menegaskan bahwa manusia merupakan mahluk yang tidak lepas dari perbuatan yang salah bahkan kadang menyakitkan orang lain. Oleh karenanya, dalam konteks inilah perlu kita selalu saling maaf memaafkan.

Lebaran, menurut KH. Abdul Rahim merupakan momen yang cukup baik untuk saling memaafkan. “Lebaran adalah saat yang paling enak untuk meminta maaf. Meskipun mudah di lisan, ternyata meminta maaf di luar lebaran kadang terasa berat bagi sebagian orang. Tapi kalau pas lebaran, kita terasa mudah meminta maaf” terangnya.

Namun demikian, beliau mengajak kepada hadirin agar kebiasaan dan kemudahan dalam meminta maaf untuk senantiasa dibiasakan di saat-saat lainnya. “Meminta maaf adalah perilaku yang mulia. Meminta maaf menghindarkan kita dari predikat orang yang muflis. Orang yang merugi.” tegasnya.[]

AGS