Membangun Model Penelitian Berbasis Kualitas

0
152

Sering terjadi kesalahpahaman deskripsi pekerjaan, yang pada akhirnya bermuara pada kebingungan, tumpang-tindih peran dan salah-paham antarpegawai sehingga produk yang dihasilkan kurang maksimal.

Hal ini disampaikan Prof (R).Dr. Koeswinarno, M.Hum dalam kegiatan sosialisasi “Proyek Perubahann Membangun Model Penelitian Kebijakan Berbasis Kualitas di Balai litbang Agama Semarang”. Di Aula lantai tiga Balai litbang Agama Semarang, Senin (30/6).

“Proyek ini secara fokus akan melakukan revitalisasi pekerjaan penelitian, yang hasil akhirnya adalah terbentuknya model penelitian yang dapat dijadikan basis kebijakan pemerintah,” tambah Koes.

Demi menyukseskan proyek perubahan ini, saya akan melakukan beberapa langkah yaitu. Pertama mengadakan workshop tata cara penulisan ilmiah dan bahasa penelitian. Kedua melakukan workshop metodologi penelitian yang terarah dan fokus pada riset-riset yang akan dilakukan untuk program 2015. Ketiga melakukan workshop sistem dan strategi penyusunan policy brief. Keempat merubah SOP Penelitian dan buku pedoman penelitian. Keempat membentuk tim penjamin mutu internal penelitian (TPMIP) Balai Litbang Agama Semarang

Lebih lanjut Koes mengatakan tidak semua peneliti menjadi target  proyek perubahan ini, tetapi hanya 3 klasifikasi yakni. Pertama peneliti yang sangat sulit melakukan perubahan karena para peneliti dengan usia mendekati 60 tahun ke atas. Kedua peneliti sebagai motor perubahan, di mana mereka terdiri dari kelompok peneliti madya dengan kemampuan yang di atas rata-rata.