PENYUSUNAN PANDUAN LITERASI ROHIS TINGKAT SMA

0
89

Kegiatan Workshop "Penyusunan Panduan Literasi Rohis tingkat SMA" dibuka oleh Prof. DR. Koeswinarno selaku Kepala Balai Litbang Agama Semarang. Dalam sesi pembukaan tersebut, hadir 50 orang peserta yang terdiri atas para peneliti Lektur, Khazanah, dan Manajemen Organisasi, para guru SMA di Jateng dan DIY, perwakilan dari Kementerian Agama, dan para akademisi. Workshop ini bertempat di hotel Western Premier Solo baru, 28-31 Agustus 2017.

Pada sesi pembukaan, Kepala Balai menyampaikan bahwa dengan dikeluarkannya panduan literasi Rohis ini, nantinya diharapkan bisa menjadi panduan bagi Bapak/Ibu pembina Rohis dalam pembimbingan siswa Rohis selama kegiatannya di sekolah. Perubahan yang terjadi saat ini tidak simetris.

Hasil survey dari LaKIP menyebutkan bahwa 50% siswa setuju dengan tindakan radikal. 25% siswa dan 21% guru mengatakan Pancasila sangat tidak relevan. Ini merupakan persoalan yang sangat serius. Beliau menuturkan Agama adalah dogma, tidak mudak merasionalkan dogma. Antara agama dengan pemeluk itu berjarak, ada sebagian besar yang tidak bisa dirasionalkan. Agama itu sifatnya konservatif, sementara kita inginnya liberal. Secara teologis kita sering mengalami keterkejutan, begitu juga gegar budaya. Segala bentuk budaya barat yang selama ini hanya bisa disaksikan, mulai diadopsi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here