Penguatan Kinerja Pegawai Melalui 5 Nilai Budaya Kerja

0
38

Semarang (22 Desember 2016). “Kementerian Agama yang dulu dianggap sebelah mata, sekarang sudah mengalami lompatan yang sangat signifikan dan membanggakan” hal ini disampaikan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama Jawa Tengah, Farhani saat memberikan materi pembinaan mental pegawai Balai Litbang Agama Semarang. Kegiatan yang dilaksanakan di Kantor BLA Semarang, 22 Desember 2016 diikuti oleh seluruh pegawai BLA Semarang.

Pertama, anggaran kementerian agama. “Anggaran Kemenag mencapai lebih dari 50 trilyun rupiah”. ini merupakan anggaran terbesar ke empat dari seluruh kementerian/lembaga” ujarnya. Kedua, survey yang dilakukan oleh lembaga survey yang dikomandani oleh Saiful Mujani pada periode Juni 2016, Kemenag menempati peringkat kedua sebagai kementerian yang berkinerja terbaik setelah kementerian perikanan dan kelautan. “kita layak bangga dengan prestasi ini” lanjut Farhani.

Ketiga, dalam hal penyelenggaraan ibadah haji tahun 2016, survey yang dilakukan oleh BPS menunjukkan bahwa indeks kepuasan pelayanan haji mengalami peningkatan yang cukup signifikan. dari indeks 82% menjadi 83,83%. artinya masyarakat sangat puas. keempat, perkembangan lembaga pendidikan kita, yaitu Madrasah. saat ini madrasah yang dikelola oleh Kemenag mengancam eksistensi sekolah umum. data yang dimiliki oleh Kanwil, jumlah calon siswa yang mendaftar ke madrasah selalu mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. “ini artinya kepercayaan masyarakat kepada madrasah mengalami peningkatan”.

Dilanjutkan Farhani, prestasi yang sudah diraih Kemenag, harus dipertahankan bahkan ditingkatkan. oleh karenanya, kita sebagai bagian dari Kemenag harus berjuang keras dan tanpa kenal lelah. salah satu upaya yang bisa kita lakukan adalah sebagaimana nilai budaya kerja kita yaitu inovatif. “kita harus inovatif, menemukan ide-ide baru untuk peningkatan lembaga kita” ujarnya. Selanjutnya Farhani menjelaskan salah satu inovasi yang dilakukan oleh kanwil Kemenag Jateng adalah adanya ide dan konsep integrasi informasi antara madrasah dan orang tua siswa. “saya punya program bahwa dimasa yang akan datang, setiap siswa di madrasah harus absen menggunakan finger print.  setiap siswa yang absen, akan terintegrasi dengan HP orang tua. sehingga orang tua tahu jam berapa anak mereka sampai di sekolah, dan jam berapa mereka meninggalkan sekolah” jelasnya.

Selanjutnya farhani berharap, BLA semarang sebagai salah satu lembaga riset di Kemenag meningkatkan tambahan kontribusi bagi Kemenag secara umum, dan khususnya bagi kanwil kemenag jateng. [AGS]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here